Retina Buatan Ini Bisa Pulihkan Penglihatan dan Deteksi Cahaya Inframerah
Hasil Uji Coba pada Tikus
Tim pertama menguji perangkat pada jaringan retina tikus yang diisolasi untuk memastikan tidak ada kerusakan sel.
>>> Gen Z Paling Berani Minta Naik Gaji, Gen X Cenderung Menerima Nasib
Selanjutnya, mereka mengimplan pada tikus hidup, baik yang sehat maupun yang mengalami degenerasi retina.
Hasilnya, melalui rekaman otak dan tes perilaku, menunjukkan bahwa tikus yang diimplan dapat merasakan cahaya inframerah dekat di samping cahaya tampak biasa.
Tikus buta dengan fotoreseptor yang rusak mendapatkan kembali respons fungsional terhadap dunia melalui sel ganglion yang tersisa.
Sementara itu, tikus sehat tetap memiliki penglihatan normal dan memperoleh sensitivitas inframerah tambahan.
Jalan Menuju Aplikasi pada Manusia
Perangkat ini masih dalam tahap uji coba hewan awal. Masih ada hambatan signifikan sebelum dapat digunakan secara klinis pada manusia.
Peneliti harus mengevaluasi biokompatibilitas jangka panjang dan ketahanan elektroda logam cair di dalam mata hidup selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Pertanyaan mendasar lain adalah bagaimana otak manusia akan menafsirkan aliran informasi yang tidak biasa ini.
Tikus dapat menunjukkan persepsi melalui respons perilaku terhadap rangsangan inframerah, tetapi memahami apa yang akan dialami seseorang secara sadar adalah masalah yang berbeda.
Mungkin akan terlihat seperti sensasi warna yang berbeda, hamparan pada penglihatan yang ada, atau sesuatu yang lain sama sekali.
Jawabannya baru akan diketahui setelah uji coba pada manusia dimulai.
Jika teknologi ini berhasil, implan retina tidak akan memaksa pasien memilih antara melindungi sisa penglihatan dan menambahkan kemampuan baru.
>>> 5 Alternatif iPhone 17 Pro dengan Nilai Lebih di Harga Sama
Orang dengan kehilangan penglihatan sebagian dapat mempertahankan penglihatan alami mereka sambil mendapatkan akses ke panjang gelombang cahaya yang biasanya tidak terlihat oleh manusia.
Update Terbaru
Komdigi Uji Coba AI untuk Bansos, Target 50 Juta Penerima
Selasa / 23-06-2026, 21:48 WIB
Apindo Kritisi Ketimpangan Anggaran LPDP Rp100 Triliun untuk Pekerja Kerah Biru
Selasa / 23-06-2026, 21:44 WIB
Klaim Penyakit Tropis Tembus Rp41 Miliar, Bebani Keuangan Masyarakat
Selasa / 23-06-2026, 21:44 WIB
DEAL 2026: Kolaborasi Pemerintah dan Industri Percepat Transformasi Digital Nasional
Selasa / 23-06-2026, 21:44 WIB
Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Pencurian SDA Masih Bocor
Selasa / 23-06-2026, 21:42 WIB
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
Selasa / 23-06-2026, 21:42 WIB
Costco Tawarkan Diskon Hingga $1.250 untuk Mobil Volkswagen Baru
Selasa / 23-06-2026, 21:35 WIB
Rektor Unsoed Buka Suara soal Protes Mahasiswa Terkait Delegasi ke Kunker Gibran
Selasa / 23-06-2026, 21:35 WIB
Honda Z Kei Car: Mesin Turbo di Tengah, Mirip Bugatti Chiron
Selasa / 23-06-2026, 21:33 WIB
Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg, Kuota 250 Ribu Ton
Selasa / 23-06-2026, 21:33 WIB
Empat Kelompok Kerja Dibentuk dalam Negosiasi AS-Iran di Swiss
Selasa / 23-06-2026, 21:33 WIB
Gemini Live Kini Lebih Kontekstual di Ponsel dan Tablet Galaxy
Selasa / 23-06-2026, 21:29 WIB
5 Aplikasi Samsung Terbaik yang Wajib Kamu Coba di Galaxy
Selasa / 23-06-2026, 21:29 WIB
Rahasia Navigasi Merpati Tersembunyi di Hati, Bukan Paruh atau Mata
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB






