Nintendo 64 yang dirilis pada 1996 hampir hadir dengan nama dan desain yang sangat berbeda.

Dalam wawancara dengan Creative Review, mantan mitra branding Nintendo, Tim Girvin, mengungkapkan bahwa konsol tersebut nyaris diluncurkan sebagai 'Ultra 64'.

in1

>>> Capcom Spotlight Juni 2026 Hadirkan Update Monster Hunter Stories 3 dan Onimusha: Way of the Sword

Girvin dan agensinya ditugaskan oleh Nintendo of America untuk mengembangkan sistem visual penuh untuk konsol selama fase 'Ultra 64'.

Konsep ini menekankan estetika yang lebih maju dan berteknologi tinggi, berbeda dengan identitas ceria dan penuh warna yang dikenal saat ini.

“Strategi kami adalah mencari cara dramatis untuk menonjolkan kecanggihan teknologi konsol dan pendekatan branding produk yang berbeda,” ujar Girvin.

Branding tersebut tidak hanya terbatas pada logo, tetapi juga mencakup kemasan, merchandise, dan bahasa desain yang kohesif.

Tujuannya agar menonjol di ruang ritel yang semakin kompetitif, didominasi oleh Sega dan Sony.

>>> Bikin Pangling! Wajah Christina Aguilera di Acara Obama Disebut Berubah

Girvin telah bekerja sama dengan Nintendo sejak akhir 1980-an, membantu branding untuk Nintendo Entertainment System dan Super Nintendo.

Pengalaman ini membentuk konsep Ultra 64 sebagai evolusi alami dari upaya branding sebelumnya.

Namun, beberapa bulan sebelum perilisan, Nintendo memutuskan untuk meninggalkan nama Ultra 64. Perusahaan memilih nama yang lebih sederhana dan seragam secara global: Nintendo 64.

“Kami kalah,” kata Girvin. “Tapi saya masih merasa sistem desain kami lebih baik.”

>>> Tren Sepatu dan Jersey Pink Mewarnai Piala Dunia 2026, Dipakai Mbappe hingga Haaland

Keputusan tersebut didorong oleh keinginan Nintendo untuk konsistensi merek global, serta kekhawatiran tentang konflik nama dan skalabilitas jangka panjang.