Wacana mengenai kemungkinan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 mulai ramai diperbincangkan.

Skenario itu muncul jika nantinya Gibran tidak lagi menjadi pendamping Prabowo Subianto dalam kontestasi politik berikutnya.

in1

>>> IHSG Dibuka Melemah, 202 Saham Tertekan di Zona Merah

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai banyak pihak mulai berspekulasi mengenai arah politik Jokowi apabila duet Prabowo-Gibran tidak berlanjut.

Salah satu kemungkinan yang berkembang adalah mendorong Gibran maju sebagai calon presiden.

Menurut Adi, dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Jokowi dinilai memiliki modal politik besar karena pernah dua kali mengalahkan Prabowo dalam pemilihan presiden.

"Banyak juga pihak yang mendorong Jokowi majukan Gibran sebagai capres 2029 jika tak duet lagi dengan Prabowo, alasannya karena Jokowi adalah sosok yang pernah kalahkan Prabowo di dua pilpres.

Tinggal uji ulang kesaktian Jokowi untuk bersaing dengan Prabowo di 2029," ujar dia.

Perbandingan dengan Pilpres 2009

Adi bahkan membandingkan kemungkinan tersebut dengan dinamika politik pada Pemilu Presiden 2009.

Saat itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono harus berhadapan dengan Jusuf Kalla yang sebelumnya merupakan wakil presidennya dalam pemerintahan hasil Pilpres 2004.

Situasi serupa dinilai bisa terjadi jika Gibran akhirnya maju sebagai capres dan berhadapan dengan Prabowo pada 2029.

>>> Pasar Pantau Kesepakatan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Karena itu, spekulasi mengenai langkah Jokowi terus menjadi bahan perbincangan di kalangan pengamat politik.

Diketahui, Jokowi sebelumnya disebut telah menitipkan pesan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.

Pesan itu dinilai sebagai upaya untuk mengunci konfigurasi politik sejak dini.

Adi menilai langkah tersebut juga berkaitan dengan banyaknya tokoh yang diperkirakan mengincar posisi calon wakil presiden pendamping Prabowo pada Pilpres mendatang.

"Yang ngincar posisi cawapres Prabowo pasti sangat banyak, mulai dari ketum partai koalisi hingga kalangan menteri dan pejabat negara, cuma tak diungkapkan.

Sebab itu, Jokowi ingin mendahului yang lain menyodorkan proposal politik Prabowo-Gibran dua periode," ujarnya.

Meski masih sebatas spekulasi, wacana Gibran maju sebagai capres dinilai akan menjadi ujian besar bagi pengaruh politik Jokowi.

>>> Misi Cari Bakat Emas Timnas Putri Indonesia, MLSC All Stars 2026 Kick-off Mulai Hari Ini!

Jika benar terjadi, Pilpres 2029 bisa menjadi panggung pembuktian baru yang jauh lebih menarik dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.