Mojang tengah merancang ulang arah Minecraft Dungeons 2 agar lebih terhubung dengan alam semesta Minecraft yang lebih luas.

Dalam wawancara dengan GamesRadar, direktur desain Laura de Llorens menyatakan bahwa sekuel ini akan menampilkan lebih banyak "callbacks to vanilla Minecraft" dibandingkan spin-off pertama.

in1

>>> CEO CD Projekt Red: AI Bisa Buat Game dalam Hitungan Minggu, Tapi Apakah Itu Arah yang Tepat?

Tim pengembang menjelaskan bahwa tujuannya bukan untuk menciptakan ulang formula ARPG sepenuhnya, melainkan memastikan game ini selaras dengan mekanisme, struktur, dan sistem progresi yang ada di Minecraft asli.

Menurut Mojang, pendekatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kesan bahwa Minecraft Dungeons 2 bukan sekadar dungeon crawler spin-off, melainkan interpretasi paralel dari inti permainan Minecraft.

Eksplorasi dengan Dunia yang Lebih Terhubung

Salah satu perubahan struktural terbesar di Minecraft Dungeons 2 adalah pendekatan terhadap eksplorasi.

Alih-alih mengandalkan level yang terisolasi, game ini memperkenalkan apa yang disebut pengembang sebagai "interconnected world."

Meski bukan pengalaman open-world penuh, struktur ini dirancang agar terasa lebih cair dan eksploratif, mendorong pemain untuk bergerak antar wilayah secara lebih alami.

Mojang mengatakan hal ini membantu mendekatkan ARPG pada kebebasan eksplorasi yang menjadi ciri khas Minecraft.

Sistem Progresi Item yang Direvisi

Area perubahan besar lainnya adalah sistem progresi item.

Minecraft Dungeons 2 memperkenalkan struktur kelangkaan yang direvisi, lebih mirip dengan hierarki item di Minecraft asli.

Jika game pertama menggunakan sistem tiga tingkat yang disederhanakan, sekuel ini memperluasnya menjadi empat tingkat: Common, Rare, Special, dan Unique.

Pengembang mengatakan perubahan ini dimaksudkan untuk mencerminkan rasa progresi dan penemuan yang diasosiasikan pemain dengan sistem bertahan hidup dan kerajinan Minecraft.