Minecraft Dungeons 2 Akan Lebih Setia pada Vanilla Minecraft
Mojang tengah merancang ulang arah Minecraft Dungeons 2 agar lebih terhubung dengan alam semesta Minecraft yang lebih luas.
Dalam wawancara dengan GamesRadar, direktur desain Laura de Llorens menyatakan bahwa sekuel ini akan menampilkan lebih banyak "callbacks to vanilla Minecraft" dibandingkan spin-off pertama.
>>> CEO CD Projekt Red: AI Bisa Buat Game dalam Hitungan Minggu, Tapi Apakah Itu Arah yang Tepat?
Tim pengembang menjelaskan bahwa tujuannya bukan untuk menciptakan ulang formula ARPG sepenuhnya, melainkan memastikan game ini selaras dengan mekanisme, struktur, dan sistem progresi yang ada di Minecraft asli.
Menurut Mojang, pendekatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kesan bahwa Minecraft Dungeons 2 bukan sekadar dungeon crawler spin-off, melainkan interpretasi paralel dari inti permainan Minecraft.
Eksplorasi dengan Dunia yang Lebih Terhubung
Salah satu perubahan struktural terbesar di Minecraft Dungeons 2 adalah pendekatan terhadap eksplorasi.
Alih-alih mengandalkan level yang terisolasi, game ini memperkenalkan apa yang disebut pengembang sebagai "interconnected world."
Meski bukan pengalaman open-world penuh, struktur ini dirancang agar terasa lebih cair dan eksploratif, mendorong pemain untuk bergerak antar wilayah secara lebih alami.
Mojang mengatakan hal ini membantu mendekatkan ARPG pada kebebasan eksplorasi yang menjadi ciri khas Minecraft.
Sistem Progresi Item yang Direvisi
Area perubahan besar lainnya adalah sistem progresi item.
Minecraft Dungeons 2 memperkenalkan struktur kelangkaan yang direvisi, lebih mirip dengan hierarki item di Minecraft asli.
Jika game pertama menggunakan sistem tiga tingkat yang disederhanakan, sekuel ini memperluasnya menjadi empat tingkat: Common, Rare, Special, dan Unique.
Pengembang mengatakan perubahan ini dimaksudkan untuk mencerminkan rasa progresi dan penemuan yang diasosiasikan pemain dengan sistem bertahan hidup dan kerajinan Minecraft.
Update Terbaru
Prediksi Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Perebutan Poin Perdana
Senin / 22-06-2026, 21:52 WIB
Ledakan di Fasilitas LNG Qatar Tewaskan 13 Orang
Senin / 22-06-2026, 21:52 WIB
Tito Optimis Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Pacu Ekonomi Daerah
Senin / 22-06-2026, 21:52 WIB
Britney Spears Ungkap Alasan Lebih Memberontak di Media Sosial
Senin / 22-06-2026, 21:49 WIB
Bebek di Reflecting Pool Tewas Akibat Serangan Alga
Senin / 22-06-2026, 21:49 WIB
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi dengan Kedatangan MT Gamkonora
Senin / 22-06-2026, 21:47 WIB
ESDM Tegaskan Harga DMO Batu Bara Tetap US$70 per Ton Tahun Ini
Senin / 22-06-2026, 21:47 WIB
Anggarkan Capex Rp48 Miliar, MHKI Genjot Revitalisasi Fasilitas Pengolahan
Senin / 22-06-2026, 21:47 WIB
Baru Dua Pekan Dibuka, 214 Ribu Tiket Diskon PELNI Sudah Terjual
Senin / 22-06-2026, 21:43 WIB
Rayakan 1 Dekade, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan Promo Spesial
Senin / 22-06-2026, 21:43 WIB
Indonesia dan Jepang Perluas Kerja Sama AI Lewat Next Generation AI Talent Factory
Senin / 22-06-2026, 21:43 WIB
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur
Senin / 22-06-2026, 21:42 WIB
Keluarga Jadi Penjamin, Jaksa Ungkap Alasan Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan
Senin / 22-06-2026, 21:42 WIB
Menteri Maman Soroti Dampak Nyata Pemadaman Listrik Jawa Terhadap Usaha Kecil
Senin / 22-06-2026, 21:42 WIB






