Arus Peti Kemas Internasional Meningkat

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mencatat peningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang.

Pada Januari-Mei 2026 tercatat 382.093 TEUs, meningkat 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 340.535 TEUs.

in1

Dari jumlah tersebut, 192.829 TEUs merupakan peti kemas impor dan 189.162 TEUs ekspor.

>>> Momen PM Inggris Starmer Hampir Nangis saat Umumkan Pengunduran Diri

Arus peti kemas impor tumbuh 10,7 persen, sementara ekspor tumbuh 13,72 persen.

PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah merespons pertumbuhan tersebut, termasuk penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, lapangan penumpukan, dan empat unit quay container crane (QCC).

Empat unit QCC baru saat ini dalam tahap commissioning and testing dan ditargetkan segera beroperasi.

Komoditas ekspor yang melalui TPK Semarang antara lain produk kayu, pakaian, alas kaki, dan produk olahan laut.

Sementara impor meliputi mesin industri, peralatan listrik, kendaraan, dan bagiannya.

Logistik dan Teknologi Jadi Kunci

Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung Emas berperan penting dalam mendukung ekspor produknya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Namun, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu ditingkatkan untuk mengimbangi pertumbuhan kawasan industri dan volume distribusi.

Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman.

Deddy berharap pengembangan infrastruktur pelabuhan terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan.

Pakar ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional.

Pertumbuhan ekspor mencerminkan industri manufaktur mampu menjaga produktivitas di tengah ketidakpastian global.

Namun, ketergantungan pada bahan baku impor masih menjadi tantangan yang membatasi nilai tambah industri nasional.

Bhimo menekankan masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga efisiensi sistem logistik nasional.

Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis yang perlu bekerja efisien untuk mempercepat distribusi dan meningkatkan daya saing.

>>> Jadwal Siaran Langsung Norwegia vs Senegal di Piala Dunia 2026

Penguatan logistik juga memerlukan transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional.