Profil Alireza Beiranvand: Pemilik 2 Rekor Guinness yang Bikin Belgia Gigit Jari di Piala Dunia 2026
Kemampuan Lemparan yang Berawal dari Permainan Tradisional
Sebelum dikenal sebagai kiper tim nasional, Beiranvand sudah memiliki kemampuan fisik yang berbeda dibandingkan pemain lain seusianya.
Sejak kecil ia terbiasa memainkan Dalparan, permainan tradisional di daerah pegunungan yang mengharuskan peserta melempar batu sejauh mungkin. Aktivitas itu dilakukan untuk membantu menjaga ternak.
Tanpa disadari, kebiasaan tersebut membentuk kekuatan lemparan tangan yang kemudian menjadi salah satu senjata utamanya di lapangan sepak bola.
Pemegang Dua Rekor Dunia Guinness
Kemampuan distribusi bola Beiranvand tidak hanya dikenal di level internasional, tetapi juga tercatat dalam Guinness World Records.
Kiper Tractor SC itu memegang dua rekor dunia di cabang sepak bola.
- Lemparan bola terjauh dalam pertandingan sepak bola dengan jarak 61,002 meter saat Iran menghadapi Korea Selatan pada Oktober 2016.
- Tendangan drop kick terjauh dalam sepak bola dengan jarak 78,014 meter.
Rekor tersebut membuat namanya dikenal luas sebagai salah satu kiper dengan distribusi bola terbaik di dunia.
Namun saat menghadapi Belgia, kemampuan yang paling menonjol justru datang dari aksi penyelamatannya. Dengan postur 193 sentimeter, Beiranvand berkali-kali mematahkan peluang lawan dan menjaga gawang Iran tetap aman hingga peluit akhir.
Iran Bertahan di Tengah Kendala Piala Dunia 2026
Perjuangan Iran pada turnamen kali ini juga diwarnai berbagai hambatan di luar lapangan.
Masalah geopolitik dan urusan visa membuat skuad Iran tidak dapat menetap di Amerika Serikat seperti mayoritas peserta lainnya. Tim harus menggunakan Meksiko sebagai basis selama kompetisi berlangsung.
Akibatnya, para pemain harus bolak-balik melintasi perbatasan menjelang pertandingan dan menjalani proses imigrasi yang tidak singkat.
Dalam beberapa kesempatan, rombongan tim baru memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat sekitar sehari sebelum laga dimulai. Setelah pertandingan pertama melawan Australia yang berakhir 2-2, mereka juga harus segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat.
Situasi tersebut menambah beban fisik sekaligus tekanan mental bagi para pemain di tengah jadwal turnamen yang padat.
Meski menghadapi berbagai kendala, Iran tetap mampu bersaing. Hasil imbang melawan Belgia membuat peluang mereka menuju babak 32 besar masih terbuka.
Iran akan menjalani laga penentuan menghadapi Mesir pada Sabtu (27/6/2026) pukul 10.00 WIB.
Update Terbaru
EastFood Indonesia Expo 2026 Hadirkan Peserta Mancanegara, Perluas Jaringan Bisnis
Senin / 22-06-2026, 20:49 WIB
Fusion Italia-Nusantara di Surabaya, Hanya di Kafe Bromo
Senin / 22-06-2026, 20:49 WIB
Momen Haru Anang Hermansyah Wisuda Bareng Istri dan Anak di Unair
Senin / 22-06-2026, 20:49 WIB
CLS Gelar Turnamen Basket Internasional untuk Rayakan 80 Tahun dan Fokus Pembinaan Atlet
Senin / 22-06-2026, 20:49 WIB
Nicole Kidman Ucapkan Selamat Hari Ayah untuk Mantan Suami Keith Urban
Senin / 22-06-2026, 20:49 WIB
Daya Beli Masyarakat Surabaya Masih Terjaga di Tengah Dinamika Ekonomi
Senin / 22-06-2026, 20:47 WIB
VIDA: Autentikasi Kuat Jadi Fondasi Keamanan Data di Era AI
Senin / 22-06-2026, 20:47 WIB
DBS Treasures Catat Lonjakan Laba 289 Persen, Andalkan Strategi Global
Senin / 22-06-2026, 20:47 WIB
Laba Amar Bank Cetak Rekor, Kredit Tumbuh 30,6% pada Kuartal I/2026
Senin / 22-06-2026, 20:43 WIB
IFG Life: Kesiapan Finansial Kunci Hadapi Empty Nest Syndrome
Senin / 22-06-2026, 20:43 WIB
Sutradara Fallout: New Vegas Sebut RPG Modern Kehilangan Kedalaman dengan Menghilangkan Sistem Perjuangan
Senin / 22-06-2026, 20:42 WIB
Minecraft Dungeons 2 Akan Lebih Setia pada Vanilla Minecraft
Senin / 22-06-2026, 20:42 WIB
CEO CD Projekt Red: AI Bisa Buat Game dalam Hitungan Minggu, Tapi Apakah Itu Arah yang Tepat?
Senin / 22-06-2026, 20:42 WIB
Arron Bryan dari Papua Juara Edisi Perdana Future Fashion Designer di JF3
Senin / 22-06-2026, 20:42 WIB






