Krisis Chip DRAM: Tim Cook Konfirmasi Kenaikan Harga iPhone Tak Terhindarkan
Apple akhirnya mengakui bahwa kenaikan harga jajaran produknya, termasuk iPhone, hampir tidak bisa dihindari.
CEO Tim Cook menyebut situasi ini sebagai 'banjir seratus tahun' yang belum pernah ia alami selama puluhan tahun berkecimpung di rantai pasok.
>>> Persona 6 Buka Wishlist di PlayStation, Xbox, dan Steam, ATLUS Konfirmasi
Dalam wawancara eksklusif dengan The Wall Street Journal, Cook menjelaskan bahwa Apple selama ini berusaha menyerap kenaikan biaya komponen.
Namun, lonjakan harga chip memori (DRAM) dan penyimpanan (NAND) yang dipicu oleh booming AI telah mencapai titik puncak.
"Kami melakukan yang terbaik untuk mengurangi kenaikan besar yang dibebankan kepada kami, dan kami berusaha melindungi pelanggan dari kenaikan tersebut," ujar Cook.
"Tapi situasinya sudah tidak berkelanjutan."
Persaingan Ketat dengan Raksasa AI
Penyebab utama krisis ini adalah persaingan sengit untuk mendapatkan chip DRAM dan NAND.
Perusahaan AI besar seperti Google, Microsoft, Meta, dan Amazon memborong memori bandwidth tinggi untuk pusat data mereka.
Akibatnya, harga DRAM dan NAND melonjak empat kali lipat sejak tahun lalu.
>>> Casio Rilis G-Shock Seri Aka-Chochin Terinspirasi Lentera Merah Jepang di AS
Pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron lebih memprioritaskan kontrak AI yang menguntungkan, sehingga pasokan untuk produk konsumen menyusut.
Analis dari TechInsights memperkirakan kenaikan ini bisa menambah sekitar 270 dolar AS pada harga iPhone Pro model mendatang.
Cook belum merinci produk atau waktu pasti kenaikan, tetapi Mac dan iPad kemungkinan akan mengalami perubahan lebih awal.
Apple sendiri telah menaikkan harga awal Mac Mini sebagai sinyal awal. Publik kini menanti seri iPhone 18 dan iPhone lipat pertama yang dijadwalkan rilis September mendatang.
Cook berharap harga dan pasokan memori untuk produk konsumen pada akhirnya akan stabil.
Ia juga menyebut Apple mungkin menggunakan neraca keuangan yang kuat untuk mengamankan lebih banyak kapasitas produksi.
>>> HONOR Watch 6 Resmi Meluncur dengan Baterai 35 Hari dan Fitur AI Kesehatan
Namun, bersaing dengan kontrak AI multi-tahun yang dibayar di muka tetap menjadi tantangan besar.
Update Terbaru
5 Alternatif Pengganti Niacinamide untuk Kulit Sensitif yang Ingin Cerah
Senin / 22-06-2026, 10:22 WIB
Ramalan Zodiak 22 Juni: Aries Jangan Galau, Gemini Redam Konflik
Senin / 22-06-2026, 10:22 WIB
Iran Imbangi Belgia Tanpa Gol di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 10:21 WIB
Empat Zodiak Ini Diprediksi Raih Keberuntungan Finansial dan Karier pada 22 Juni 2026
Senin / 22-06-2026, 10:21 WIB
Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Kreativitas, Kewaspadaan, dan Ketenangan
Senin / 22-06-2026, 10:17 WIB
Investor Asing Lepas Saham BUMI Rp553,3 Miliar dalam Sepekan
Senin / 22-06-2026, 10:17 WIB
Syngenta Indonesia Luncurkan Fungisida MIRAVIS Duo di Jember
Senin / 22-06-2026, 10:17 WIB
Ancaman Trump ke Iran Dorong Harga Minyak Mentah Naik 2,24%
Senin / 22-06-2026, 10:15 WIB
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat Layanan Beton MiniMix
Senin / 22-06-2026, 10:14 WIB
HoYoverse Bagikan Tiga Kode Redeem Honkai Star Rail Edisi Livestream 4.3
Senin / 22-06-2026, 10:14 WIB
Alireza Beiranvand Redam Agresivitas Belgia di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 10:14 WIB
Daihatsu Pastikan Layanan Purnajual Tetap Berjalan Usai 11 Outlet Asco Automotive Tutup
Senin / 22-06-2026, 10:14 WIB
Dolar AS Menguat, Rupiah Berpotensi Sentuh Rp 18.000
Senin / 22-06-2026, 10:14 WIB
Kemitraan Intel dan Apple Dorong Wall Street Menguat Tajam
Senin / 22-06-2026, 10:14 WIB






