Qualcomm dilaporkan sedang menguji dua versi chipset flagship terbaru untuk perangkat Android. Kedua varian tersebut menggunakan proses fabrikasi 2nm dari TSMC.

Varian standar mendukung memori LPDDR5X, sementara varian Pro yang lebih tinggi mendukung LPDDR6 yang lebih cepat. Keduanya memiliki kecepatan clock inti yang sama.

in1

>>> Casio Luncurkan Empat Jam Tangan MTP-B185 Series di AS

Perbedaan utama terletak pada tipe memori dan dukungan penyimpanan. Varian Pro juga membawa dukungan UFS 5.0 untuk performa penyimpanan yang lebih tinggi.

Chipset ini diprediksi menjadi System-on-Chip (SoC) Android 2nm paling kuat sejauh ini. Targetnya adalah ponsel flagship kelas "Ultra" yang akan rilis pada 2027.

Namun, harga menjadi tantangan. Varian Pro diperkirakan dibanderol lebih dari 300 dolar AS per unit bagi produsen.

Strategi dual-varian ini memberi fleksibilitas bagi merek ponsel.

Mereka bisa memilih varian LPDDR5X yang lebih terjangkau atau varian LPDDR6 untuk performa maksimal dan AI on-device yang lebih baik.

>>> Casio Luncurkan Jam Tangan Logam Terjangkau dengan Warna Biru, Hijau, dan Emas

Diagram blok awal menunjukkan GPU yang lebih kuat, diduga Adreno 850 pada varian Pro, serta performa multi-core yang solid.

Kemungkinan akan ada varian binned dengan konfigurasi CPU 7-core di kemudian hari.

Dengan pendekatan ini, Qualcomm merespons kenaikan biaya di segmen premium. Varian LPDDR6 menyasar pembeli kelas atas, sementara varian LPDDR5X menghadirkan pengalaman near-flagship untuk audiens yang lebih luas.

Informasi resmi lebih lanjut diharapkan hadir pada akhir 2026.

>>> God of War Laufey Mungkin Tidak Hadir di PC, Sony Fokus pada PS5

Jika rumor ini akurat, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menjadi andalan ponsel Android kelas atas berikutnya.