>>> Saham Netflix Diprediksi Tembus $100 pada September 2026 Didorong Iklan

Masalah mulai muncul setelah pernikahan. Biro jodoh tidak kunjung memberikan laporan kredit dan hasil pemeriksaan kesehatan yang dijanjikan.

in1

Karena curiga, Gu membawa istrinya ke bank untuk memeriksa riwayat kredit secara langsung.

Hasilnya mengejutkan: sang istri memiliki utang sekitar 100.000 yuan atau setara Rp 262 juta.

Wanita itu mengaku utang tersebut berkaitan dengan mantan pacarnya dan bukan tanggung jawab pribadinya.

Gu juga menemukan perbedaan nama pada akun aplikasi pembayaran digital milik istrinya.

Sehari kemudian, istrinya mengaku memiliki kadar enzim hati yang tinggi dan sedang berusaha menurunkan berat badan, meski menurutnya kondisi itu tidak memengaruhi kesuburan.

Sembilan hari setelah resmi menikah, Gu memutuskan ingin bercerai. Awalnya sang istri menyetujui, tetapi kemudian berubah pikiran dan justru menggugat cerai Gu lebih dulu.

Dalam gugatannya, wanita itu mengaku depresi akibat permintaan cerai suaminya. Ia menyertakan hasil diagnosis dan menuntut kompensasi sebesar 50.000 yuan atau sekitar Rp 131 juta.

Ia juga menuduh Gu menuntutnya memakai riasan, mengerjakan pekerjaan rumah, dan segera mencari pekerjaan.

Di sisi lain, Gu menggugat biro jodoh dan meminta pengembalian biaya jasa 160.000 yuan (sekitar Rp 420 juta).

Namun biro jodoh menolak karena merasa telah berhasil mempertemukan hingga menikahkan pasangan tersebut. Mereka bahkan menuding perceraian itu hanya rekayasa untuk mendapatkan uang kembali.

>>> Komposisi Tim Velina Terbaik di Zenless Zone Zero untuk Damage Anomali Maksimal

Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial China. Banyak warganet menilai keputusan menikah dalam waktu sangat singkat tanpa saling mengenal secara mendalam merupakan tindakan berisiko.