Perusahaan menyebut pilot ini akan menggunakan panel 620 W, inverter 100 kW, dan empat gardu transformator untuk terhubung ke gardu induk Ipotești.

Perkiraan produksi tahunan sekitar 13,4 GWh, yang sederhana dalam skala nasional tetapi penting sebagai model kerja.

in1

Jika pilot berjalan sesuai harapan, Hidroelectrica dapat mengulangi konsep ini di waduk PLTA lainnya, belajar bagaimana surya terapung berperilaku dalam kondisi nyata.

Bagian paling menarik mungkin bukan panelnya, melainkan penyimpanannya.

Rencana Olt Hilir mencakup sistem baterai dengan daya 200 MW dan kapasitas 800 MWh, cukup untuk pemakaian empat jam pada output penuh.

Penyimpanan ini membantu mengatasi salah satu masalah energi terbarukan: tenaga surya dan angin tidak selalu tersedia saat listrik paling dibutuhkan.

Jaringan memerlukan alat fleksibel yang bisa menyerap daya, melepaskannya nanti, dan memperhalus perubahan mendadak.

Hidroelectrica mengatakan proyek ini dirancang untuk mengompensasi ketidakseimbangan akibat meningkatnya pangsa pembangkit terbarukan, menyediakan layanan teknologi ke sistem tenaga nasional, dan mengurangi keausan PLTA yang saat ini digunakan untuk menyeimbangkan fluktuasi.

Idenya sederhana: gunakan baterai untuk dukungan jaringan cepat, dan hindari meminta turbin melakukan semua pekerjaan.

>>> Jerman Incar Kemenangan Atas Ekuador Demi Sapu Bersih Fase Grup

Selama beberapa dekade, kekuatan Hidroelectrica ada di air.

Perusahaan ini tetap menjadi produsen listrik hijau terbesar di Rumania, mengoperasikan 188 PLTA dan ladang angin Crucea, dengan kapasitas PLTA sekitar 6,4 GW ditambah 108 MW angin.

Perubahan iklim membuat air semakin tidak terprediksi. Tahun kering bisa menekan output PLTA, sementara volatilitas pasar dan puncak surya membuat penyeimbangan sistem lebih rumit.

Itulah sebabnya surya terapung dan baterai menjadi lebih dari sekadar eksperimen.