Harapan juga datang dari musisi Adam Maulana dan Don Tatmojo yang tergabung dalam duo Earhop Collective dari komunitas Earhouse Song Writing Club.

>>> Raphinha Alami Cedera Hamstring Usai Lawan Haiti

in1

Mereka meyakini bahwa visi menjadikan Jakarta sebagai Kota Global dapat membawa nilai tambah bagi kesenian Indonesia di tingkat dunia.

Terbukti, salah satu peminat datang dari Institut Français d'Indonésie (IFI) yang membuat lokakarya musik bekerja sama dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Musik.

Lokakarya tersebut digelar di kawasan Melawai, Blok M dan mengundang penggiat musik profesional asal Prancis pada 23 Juni mendatang.

Dipandu oleh Gwendolen Sharp, pendiri The Green Room, dan Leila Bellot, pendiri Fédérap, sesi lokakarya berfokus pada transisi lingkungan dalam industri musik dan pengembangan karir di ekosistem musik Prancis.

Kegiatan ini mendorong pertukaran dan peluang baru untuk kolaborasi antara Prancis dan Indonesia saat peringatan Hari Musik Dunia.

"Prancis adalah markas seni cukup besar," kata Don Tatmojo.

Adanya lokakarya tersebut diharapkan menjembatani asimilasi karya secara dua arah antara musisi nasional dan internasional.

"Kalau bisa asimilasi semuanya dua arah," ujar Adam Maulana.

Hal itu diharapkan mampu memperluas pangsa pasar musik Indonesia yang saat ini dinilai memiliki potensi besar.

Seluruh musisi berharap lingkungan industri musik di Indonesia dapat semakin profesional.

>>> Pakistan: Hubungan AS-Iran Alami Kemajuan Besar

Kesadaran akan nilai hak cipta dan keterbukaan terhadap kolaborasi internasional diharapkan mampu menumbuhkan iklim kerja sama yang sehat bagi para pelaku ekonomi kreatif.