Chorionic Villus Sampling atau CVS merupakan salah satu opsi pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi kesehatan janin. Tes ini umumnya direkomendasikan ketika ada indikasi kelainan kromosom atau masalah genetik.

Prosedur medis tersebut dilakukan dengan mengambil sampel dari jaringan plasenta. Durasi keseluruhan proses ini berlangsung relatif cepat, yakni berkisar antara 30 hingga 45 menit.

in1

>>> Suku Bunga Tinggi The Fed Tekan Harga Emas Global

Sebelum tindakan dimulai, dokter akan memanfaatkan teknologi USG untuk memantau posisi plasenta serta usia kehamilan.

Ibu hamil terkadang diminta mengonsumsi banyak air agar kandung kemih penuh sehingga kondisi rahim terlihat lebih jelas.

Dua Metode Pengambilan Sampel

Ada dua metode utama yang diterapkan dokter untuk mengambil sampel jaringan plasenta, menyesuaikan dengan posisi plasenta pasien.

Metode pertama dilakukan melalui leher rahim atau transcervical dengan membersihkan area vagina menggunakan cairan antiseptik terlebih dahulu.

Selanjutnya, dokter memasukkan kateter tipis melewati leher rahim dan menerapkan hisapan ringan demi memperoleh sampel jaringan. Metode kedua adalah melalui dinding perut atau transabdominal.

>>> Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13,22 Persen

Pada metode transabdominal, dokter memberikan pembiusan lokal di area perut sebelum menusukkan jarum tipis menembus kulit, otot, hingga mencapai dinding rahim.

Proses pengambilan sampel itu sendiri hanya memakan waktu beberapa menit.

Ibu hamil yang memiliki golongan darah Rh-negatif memerlukan perhatian khusus setelah menjalani prosedur CVS. Dokter biasanya akan memberikan suntikan imunoglobulin Rh setelah tindakan selesai dilakukan.

Langkah ini dikecualikan jika ayah dari bayi tersebut juga memiliki golongan darah Rh-negatif.

Suntikan imunoglobulin Rh sangat penting karena prosedur CVS membawa risiko bercampurnya sedikit darah janin ke dalam sirkulasi darah ibu.

>>> Vera Wang Pukau Publik dengan Gaya Berani di Fragrance Foundation Awards

Pemberian suntikan ini berfungsi sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya ketidakcocokan golongan darah. Masalah kesehatan yang lebih serius pada masa kehamilan dapat dihindari melalui penanganan tersebut.