>>> Garner Kalahkan Magnesi, Raih Sabuk Interim WBC

Plot mudah ditebak, tetapi upgrade skill Boboiboy disajikan lebih menggila hingga melampaui tingkat elemental kedua. Kemunculan power sphera baru menambah ketegangan pertempuran.

in1

Anas Abdul Aziz kembali all role sebagai penulis cerita, produser, dan pengisi suara Tok Aba, Adu Du, Probe, serta Komandan Koko Ci.

Ia berhasil memberikan esensi berbeda pada setiap karakter.

Nizam Razak mengisi suara Papa Zola, sementara Dzubir Mohamed Zakaria dan Nur Sarah Alisya masing-masing mengisi suara Gopal dan Yaya.

Yap Ee Jean mengalami perubahan karakter Ying yang kini lebih santai dan berani.

Nur Fathiah Diaz sukses membawakan setiap karakter Boboiboy saat perpecahan dengan esensi khas. Elemental petir terdengar ketus, sementara elemental daun ceria khas anak TK.

Meski banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan.

Pertama, perubahan pengisi suara Ochobot dari Muhamad Fathi Diaz menjadi Muhamad Abdurrahman Salahudin membuat karakter Ochobot terkesan lemah dan kurang aktif.

Kedua, sisi lawak Gopal dan Papa Zola meredup, bahkan menjadi beban tim. Gopal yang dulu receh dan overpower kini sering mengeluh.

Ketiga, esensi Adu Du hampir hilang karena fokusnya bergeser dari energi coklat ke power sphera.

Keempat, sisi logika yang rumit: di kapal angkasa tidak ada gravitasi, namun karakter tidak melayang. Di planet lain, mereka bisa bernapas tanpa alat bantu.

Meski demikian, animasi ini tetap seru ditonton bersama keluarga. Disarankan untuk usia 12 tahun ke atas agar bisa berpikir logis tanpa terpaku pada sajian animasi.

>>> Jerman Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Pantai Gading

Sebagai penggemar Boboiboy, saya memberikan nilai 9/10 untuk animasi ini.