"Kalau baca di rumah itu ngantuk. Susah nyari waktu.

Makanya ketika Klabu bikin acara di taman, saya datang. Lumayan recharge," ujarnya.

in1

Interaksi sosial yang bermutu di komunitas juga memberikan nilai tambah. "Kita jadi bertemu, ngobrol, tapi ada yang diobrolin—esensial, substansif, ada value-nya.

Pulang-pulang jadi ada referensi baru dari buku yang ibu-ibu lain baca," tambah Dinar.

Klabu menempatkan kesejahteraan psikologis ibu sebagai prioritas. Pipit menilai bahwa ibu yang sehat mental dan berwawasan luas akan lebih siap mendidik anak.

"Membaca buku bisa jadi prioritas kesepian. Tapi ibu juga perlu pintar karena yang pertama menghadapi anak adalah ibu.

Ibu punya tugas penting tapi juga paling sibuk. Bagaimana caranya balance," urai Pipit.

>>> Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara

Melalui metode sederhana—membaca bersama di taman—Klabu berhasil menciptakan ekosistem sehat. Literasi perempuan meningkat tanpa harus kaku, beriringan dengan pemulihan kesehatan mental dan penguatan relasi sosial.