Oplet Robet: HUT Jakarta Jadi Momentum Merawat Budaya Betawi
Komunitas seni Betawi Oplet Robet menjadikan perayaan HUT ke-499 Jakarta sebagai momentum untuk merawat dan melestarikan budaya Betawi di tengah pengaruh global.
Pendiri Oplet Robet, Ramdhani Qubil AJ atau Bang Qubil, mengatakan komunitas yang berdiri sejak 2000 itu berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan melestarikan budaya Betawi melalui pertunjukan seni, termasuk lenong.
>>> Gangguan Dua PLTU Sebabkan Pemadaman Bergilir di Jawa, PLN Turunkan Tim
"Sejak kelahirannya Oplet Robet ini kita memang sudah sepakat bahwa kita menjaga, mengembangkan, melestarikan, merawat budaya Betawi," kata Bang Qubil usai pertunjukan Lenong Kampung Te-Ko di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, perayaan ulang tahun Jakarta menjadi momen penting bagi komunitas seni Betawi untuk menunjukkan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan kota menuju kota global.
Ia menilai budaya Betawi perlu terus dirawat agar tidak tergerus oleh arus budaya luar yang semakin masif, terutama di kalangan generasi muda.
"Pemerintah telah mencanangkan bahwa tahun depan adalah 500 tahun Kota Jakarta, Kota Global.
Apa pun globalnya, tetap budaya lokal harus bisa bertahan, harus bisa lestari, harus bisa kita rawat," ujarnya.
Bang Qubil mengatakan komunitas seni tidak dapat menolak perkembangan zaman, namun harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budayanya.
>>> Ekonom: BI perlu pastikan SRBI tak terlalu sedot likuiditas perbankan
Karena itu, Oplet Robet berupaya menghadirkan inovasi dalam pertunjukan seni Betawi agar tetap relevan bagi masyarakat masa kini.
"Kita memang tidak bisa melawan zaman, tapi minimal kita berinovasi.
Tetap akar budaya Betawinya tidak bisa dibuang, musik Gambang Kromong itu harus kita pertahankan sampai kapan pun," katanya.
Melalui pertunjukan Lenong Kampung Te-Ko, Oplet Robet turut berpartisipasi dalam rangkaian perayaan HUT Jakarta dengan mengangkat cerita kehidupan masyarakat kampung di tengah dinamika kota besar.
Bang Qubil berharap semakin banyak ruang bagi komunitas seni untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat luas.
>>> Wamendagri Bima Arya Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan untuk Indonesia Emas 2045
"Jakarta insya Allah menjadi Kota Global, sekali lagi, tetap budaya lokal harus dipertahankan," ujarnya.
Update Terbaru
Mendag Bantah NIB Pedagang Online Berujung Pajak Baru
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Pemerintah Revisi Aturan Outsourcing Sesuai Instruksi Presiden Prabowo
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Akun Instagram Perancis Soroti Keaslian Jam Tangan Giorgio Antonio
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Giancarlo Esposito Dikabarkan Masuk Islam Saat Syuting di Arab Saudi
Senin / 22-06-2026, 15:01 WIB
Hakim Danish Pemenang Moto3 Ceko, Klasemen Makin Ketat dengan Veda Ega
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
3 Tablet Rp2 Jutaan Spek Dewa Rekomendasi David GadgetIn
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
PT Multi Hanna Kreasindo Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp9,9 Miliar
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Alva Sematkan Fitur Anti Theft pada Cervo demi Keamanan Motor Listrik
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Tanjung Verde Tahan Imbang Uruguay 2-2 di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Riset Kapwing: Mayoritas Rekomendasi TikTok untuk Pengguna Baru dan Anak-Anak adalah AI Slop
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
Profil Luca Spiteri Sosok Bule yang Resmi Menikah dengan Lina Mukherjee: Umur, Agama dan IG
Senin / 22-06-2026, 15:00 WIB
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026, Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
Senin / 22-06-2026, 14:57 WIB
Bernyanyi Tanpa Hijab, Seniman Iran Dihukum Cambuk 74 Kali
Senin / 22-06-2026, 14:57 WIB
72,2% Orang RI Keluarkan Uang Lebih Karena Lewatkan Sikat Gigi Malam
Senin / 22-06-2026, 14:56 WIB






