KLH/BPLH juga memberikan perhatian khusus pada aspek keterbukaan data ilmiah dalam mitigasi perubahan iklim.

>>> Gapasdap NTB Desak Pemerintah Sesuaikan Tarif Penyeberangan

in1

Di lokasi, Menteri LH melihat langsung operasional menara pemantauan GRK yang berfungsi mendeteksi laju aliran karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄).

Data hidrologi dan emisi yang dikumpulkan secara waktu nyata (real-time) menjadi basis penting bagi KLH/BPLH dalam menyusun strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Menanggapi pentingnya data dan riset dalam pengelolaan lingkungan, Presiden Direktur PT RAPP Sihol Aritonang menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung agenda lingkungan nasional.

"RAPP berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mendukung agenda lingkungan nasional, termasuk melalui pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan dan upaya pencegahan kebakaran.

Kami juga mendukung upaya pengembangan riset dan ilmu pengetahuan Indonesia di bidang pengelolaan lahan gambut tropis, termasuk pengukuran emisi, sebagai landasan bagi kebijakan dan praktik pengelolaan yang berbasis sains," ucap Sihol.

Tak hanya fokus pada daratan, kunjungan kerja KLH/BPLH juga menekankan pentingnya transisi energi bersih melalui peninjauan instalasi panel surya berkapasitas total 50 MW.

>>> Naturalisasi Ciro Alves dan David da Silva Terganjal Kebijakan John Herdman

Uniknya, proyek energi terbarukan ini memanfaatkan area tempat pembuangan akhir yang telah ditutup, sebuah langkah optimalisasi lahan yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.