"Namun, fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan itu bisa menjadi penopang utama bagi pasar saham," tutur Hans Kwee.

Dalam jangka pendek hingga akhir Juni 2026, Hans Kwee memperkirakan IHSG akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan proyeksi level di kisaran 6.200—6.500.

in1

Setelah mengalami kenaikan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir, pasar membutuhkan waktu untuk mencerna beragam sentimen sebelum menentukan arah selanjutnya.

Potensi penguatan IHSG masih terbuka, namun kemungkinan besar tidak akan berlangsung secara agresif dalam waktu dekat.

Bagi investor, Hans Kwee menilai saham-saham perbankan seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI dapat menjadi pilihan utama karena memiliki struktur pendanaan yang kuat dan relatif lebih tahan terhadap efek kenaikan suku bunga acuan.

Di samping itu, emiten-emiten pertambangan emas juga cukup menarik mengingat status emas sebagai aset lindung nilai di tengah risiko ketidakpastian global.

>>> TVRI Pastikan Pengelolaan Hak Siar FIFA Sesuai Peraturan

Di sisi lain, Hans Kwee mengingatkan bahwa saham-saham dari sektor properti dan multifinance cukup sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan karena tingginya suku bunga dapat memengaruhi permintaan pembiayaan rumah ataupun kendaraan bermotor.