>>> Federasi Sepak Bola Iran Gugat Aturan Perjalanan AS ke FIFA

Nilai kalor biodiesel memang lebih rendah, tetapi dari sisi pembakaran dan emisi ada keuntungan yang bisa diperoleh," ujar peneliti di ITB tersebut.

in1

Lebih lanjut Iman menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi yang unik dalam pengembangan biodiesel karena menjadi negara dengan tingkat pencampuran biodiesel tertinggi di dunia.

Kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku nabati yang melimpah di wilayah tropis.

Profesor Iman yang juga Guru Besar Universitas Pertamina itu mengatakan, potensi energi nabati tidak hanya berasal dari kelapa sawit, tetapi juga berbagai tanaman lain yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan pada masa depan.

Di sisi lain, pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan masih melakukan serangkaian pengujian terhadap implementasi B50 pada berbagai sektor, mulai dari kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, alat dan mesin pertanian, hingga transportasi laut.

Iman yang terlibat dalam forum diskusi terkait pengujian B50 mengatakan hasil sementara menunjukkan penggunaan bahan bakar tersebut tidak menimbulkan kendala berarti pada mesin yang diuji dengan meningkatkan kualitas spesifikasi biodieselnya.

Namun demikian, proses evaluasi masih berlangsung untuk memastikan kesiapan implementasi secara lebih luas.

"Ini penting karena Indonesia memiliki keunggulan sumber daya untuk menghasilkan bahan bakar nabati.

>>> BukuWarung Salurkan Pembiayaan Produktif bagi Ribuan Merchant UMKM

Potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan energi sekaligus transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan," katanya.