Sikap Hajime Moriyasu dinilai kurang memperlihatkan profesionalisme sebagai pelatih kepala tim nasional yang akan bertanding di turnamen besar.

Kontroversi foto bersama ini rupanya tidak hanya berhenti di kalangan penggemar Jepang dan Inggris.

in1

Diskusi mengenai etika serta citra seorang pelatih sepak bola ini bahkan meluas hingga ke Korea Selatan.

Sejumlah pengamat sepak bola di Korea Selatan turut memberikan analisis mereka terkait kejadian tersebut.

Mereka mencoba membayangkan apabila situasi serupa dilakukan oleh pelatih tim nasional mereka sendiri, Hong Myung-bo.

Para analis meyakini bahwa reaksi masyarakat Korea Selatan akan sangat berbeda jika Hong Myung-bo yang melakukan aksi serupa sebelum laga penting dimulai.

Hal ini memperparah perdebatan mengenai batas etika pelatih.

Dilema Profesionalisme di Jepang

Atas insiden tersebut, opini publik masyarakat Jepang terpantau mengalami keterbelahan yang cukup signifikan.

Komunitas sepak bola setempat terus memperdebatkan kepantasan perilaku sang arsitek tim nasional.

Satu sisi menganggap bahwa aksi berfoto tersebut merupakan hal yang wajar serta sangat simpatik untuk dilakukan.

Mereka menilai tidak ada salahnya menunjukkan keramahan sebelum rivalitas di lapangan dimulai.

Akan tetapi, tidak sedikit pula warga Jepang yang berpendapat sebaliknya mengenai momen tersebut.

>>> Veda Ega Pratama Finis ke-15 di Practice Moto3 Ceko 2026

Mereka menegaskan bahwa seorang pelatih idealnya harus tetap menjaga jarak dengan pemain lawan selama masa kompetisi.