Perhatian masyarakat terhadap perangkat pelacak atau GPS mobil meningkat setelah kasus pemasangan alat pelacak rahasia di kendaraan pribadi mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Menanggapi kebutuhan pemilik kendaraan yang beragam, pasar otomotif Indonesia menyediakan tiga jenis teknologi pemantau lokasi dengan karakteristik berbeda.

in1

>>> Ekonom: Kenaikan BI-Rate 100 bps Berpotensi Naikkan Biaya Dana Bank

Admin Superspring Bogor, Adi, menjelaskan bahwa kategori pertama adalah GPS Tracker atau pelacak.

Alat ini dipasang tersembunyi di kelistrikan mobil dan fokus pada aspek keamanan, seperti mencegah pencurian atau memantau kendaraan bisnis.

"Perangkat ini memantau lokasi kendaraan secara real-time," kata Adi.

Kategori kedua adalah GPS Navigasi yang memberikan panduan rute melalui layar mandiri atau integrasi head unit bawaan pabrik, seperti Android Auto dan Apple CarPlay.

>>> Dokter Ungkap 8 Gejala Gangguan Ginjal pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Kategori ketiga adalah Smart Tag atau Bluetooth Tracker. Alat ini banyak dimanfaatkan sebagai opsi pelacak cadangan karena murah dan tanpa biaya bulanan.

Cara Kerja Berbeda Tiap Jenis

Sistem operasional ketiga alat ini berbeda. GPS Navigasi dan Tracker mengandalkan sinyal satelit GNSS dari luar angkasa untuk menentukan titik koordinat bumi.

GPS Navigasi menampilkan data langsung di layar, sedangkan GPS Tracker mengirimkan titik koordinat melalui jaringan internet kartu SIM ke aplikasi ponsel pintar.

Sementara itu, Smart Tag tidak memiliki cip GPS internal dan tidak menggunakan konektivitas satelit.

>>> FAO Prediksi Produksi Gula Dunia Surplus di Musim 2025/2026

"Lokasinya diketahui dengan menumpang koneksi internet dan GPS milik smartphone asing yang kebetulan lewat di dekatnya," jelas Adi.