Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menyiapkan 26 atlet junior untuk berlaga di Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026.

Ajang ini akan digelar di Yatsushiro, Kumamoto, Jepang.

in1

>>> Apple Kembangkan iPhone Air 2, Samsung Batalkan Galaxy S26 Edge

Kejuaraan tersebut berlangsung dalam dua fase. Nomor beregu dijadwalkan pada 26-30 Juni, sementara nomor perorangan pada 1-5 Juli 2026.

Indonesia dipastikan membawa skuad terbaik untuk bersaing di grup berat. Berdasarkan undian, tim Merah Putih tergabung di Grup D bersama Malaysia, Korea Selatan, dan Macau.

Manajer Tim Indonesia Eskar Denatara menyatakan bahwa proses adaptasi para pemain muda berjalan sesuai target. "Ini hari ke-30 pemusatan latihan.

Anak-anak memiliki adaptasi yang cukup baik," ujarnya.

Kondisi fisik dan teknis pemain dilaporkan sudah maksimal. "Sekarang tinggal bagaimana menjaga kondisi mental mereka menjelang keberangkatan," tambah Eskar.

>>> Kawasaki Pasarkan Modenas Brusky 125 dengan Skema Kredit Ringan

Tim Pemandu Bakat dan Target Jangka Panjang

PBSI menerjunkan tim pemandu bakat yang diisi figur senior seperti Hendrawan dan Bambang Suprianto. Mereka akan memantau performa pemain dan memetakan kekuatan lawan di tingkat Asia.

Menurut Eskar, keterlibatan tim pemandu bakat eksternal ini bertujuan memberikan dampak jangka panjang. "Setelah AJC selesai, mereka bisa berbagi pengalaman dan masukan kepada pelatih daerah," jelasnya.

AJC dan Kejuaraan Dunia Junior menjadi target utama PBSI tahun ini. Hasil dan evaluasi dari turnamen ini dinilai sangat penting untuk pembinaan ke depan.

Tantangan berat diprediksi akan menghadang Indonesia di fase grup. Malaysia dan Korea Selatan selalu menjadi rival utama di kancah Asia.

>>> Niat sebagai Kemudi Utama Nilai Ibadah dalam Islam

Rombongan tim junior Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Jepang pada 24 Juni 2026.