Selain itu, FINI menyoroti perlunya peninjauan terhadap formula harga patokan mineral (HPM) per April 2026 yang menaikkan harga patokan bijih US1,2% Ni dari 16 dolar AS menjadi 40,18 dolar AS per wmt.

"Pada level tersebut, banyak dari IUP yang ada keluar dari kumpulan pemasok bijih [terutama limonit].

in1

IUP-IUP tersebut pada akhirnya tidak dapat menjual pada harga resmi HPM, tetapi juga tidak dapat menjual di bawah HPM.

Sehingga akhirnya bijih nikel tersebut tidak dapat termanfaatkan," jelas Arif.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyelaraskan kuota produksi dalam RKAB dengan kebutuhan riil sektor hilir.

Langkah penyelarasan ini diambil demi menjaga stabilitas investasi serta memastikan program hilirisasi mineral nasional tetap berjalan secara berkelanjutan.

"Maka kewajiban pemerintah khususnya dari kementerian ESDM adalah memastikan seluruh bahan baku yang bersumber dari negara kita harus ada.

>>> Hyundai E&C Hillstate Rekrut Megawati Hangestri Pertiwi untuk V-League 2026/2027

Artinya antara kapasitas produksi kebutuhan dengan RKAB yang akan kita berikan itu harus seimbang. Supaya apa industri bisa berjalan," jelas Bahlil.