Kerusakan infrastruktur akibat gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang Filipina pada 8 Juni lalu mencapai 1,36 miliar peso atau sekitar Rp400 miliar.

Angka tersebut disampaikan oleh Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) pada Jumat (19/6).

in1

>>> Pemkab Kepulauan Seribu Ajak Warga Perkuat Kesadaran Pilah Sampah

Jumlah kerugian ini meningkat dibandingkan laporan NDRRMC pada 17 Juni yang mencatat kerusakan sebesar 1,29 miliar peso.

Kerusakan Infrastruktur dan Rumah

NDRRMC mencatat sebanyak 799 infrastruktur mengalami kerusakan akibat gempa.

Kerusakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Semenanjung Zamboanga, Kawasan Davao, Soccsksargen, dan Daerah Otonomi Bangsamoro Mindanao Muslim (BARMM).

Selain infrastruktur, gempa juga merusak 61.119 unit rumah di empat wilayah tersebut.

>>> Griya Kriya UMKM Banyumas Diresmikan, Jadi Etalase Produk Lokal

Dari jumlah itu, sebanyak 13.691 unit rumah dilaporkan hancur total.

Jumlah korban jiwa tercatat 78 orang meninggal dunia, 1.339 orang luka-luka, dan 32 orang masih hilang.

Seluruh korban berada di Kawasan Davao dan Soccsksargen.

>>> Kemenkum Bengkulu Serahkan SKT ke Partai Gerakan Rakyat

NDRRMC menyatakan angka-angka tersebut masih dapat berubah setelah proses validasi dan verifikasi selesai dilakukan.