Burung-burung tersebut terbang terlalu cepat sehingga tidak ada yang sempat mengambil foto saat itu. Namun beberapa hari kemudian, seekor perkici lainnya muncul tepat pada waktu sarapan.

Dokumentasi foto terbaru ini menjadi yang pertama dari spesies tersebut sejak 2014. "Ketika kami melihat perkici muka biru, saya tidak kuasa menahan air mata.

in1

Setiap hari, saya nyaris menangis bahagia karena melihat burung-burung ini ternyata masih ada," ungkap Sumaraja, pemandu dari Birdtour Asia.

Tim tersebut juga sukses merekam suara kicauan burung itu, meskipun belum dapat memastikan berapa banyak populasi yang tersisa di alam liar.

"Tantangan utama yang mengintai perkici muka biru adalah ancaman yang sebagian besar belum diketahui.

Burung ini mendiami wilayah yang terus-menerus di bawah tekanan deforestasi, dengan populasi diperkirakan sangat kecil dan rentan," jelas Benny A.

Siregar, Koordinator Maluku di Burung Indonesia.

Penemuan ini menyoroti bahwa spesies langka tersebut mampu bertahan hidup asalkan berada di lokasi yang sangat terpencil.

"Ke depannya, saya berharap akan ada lebih banyak orang dapat melihat dan mempelajari burung ini lebih jauh.

>>> Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Ende, Pastikan Kesiapan Operasional

Pada saat yang sama, saya sangat berharap makin banyak orang peduli dan ikut serta melestarikan sisa-sisa hutan di Pulau Buru," ungkap Sumaraja.