Istilah disiden menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Presiden Prabowo Subianto melontarkan kata tersebut kepada seorang pengamat politik.

Kata ini sering muncul dalam diskusi politik, sosial, maupun sejarah.

in1

>>> Jadwal Wakil Indonesia di Perempat Final Macau Open 2026

Disiden umumnya disematkan kepada individu atau kelompok yang memiliki pandangan berseberangan dengan arus utama, khususnya terhadap pemerintah yang berkuasa.

Pengertian Disiden Menurut KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disiden berarti orang yang tidak sependapat dengan paham atau kebijakan yang dianut oleh pemerintah atau kelompok mayoritas.

Makna tersebut menunjukkan bahwa seorang disiden tidak hanya sekadar berbeda pendapat biasa. Mereka umumnya bersikap kritis terhadap sistem, kebijakan, atau ideologi dominan yang sedang berjalan.

Karakteristik Seorang Disiden

Seorang disiden memiliki pandangan yang berbeda dari arus utama dan berani menyuarakan pendapatnya secara terbuka melalui berbagai media.

>>> Kiosgamer Hadirkan Bonus Top Up Eclipse Free Fire, Ini Rincian Hadiahnya

Mereka juga kerap menghadapi konsekuensi atas sikapnya, seperti tekanan sosial, politik, hingga persoalan hukum.

Perbedaan Disiden dan Oposisi

Meski sering dianggap sama, disiden berbeda dengan oposisi. Disiden adalah individu atau kelompok independen yang mengkritik kebijakan dari luar maupun dalam sistem.

Sementara itu, oposisi merupakan kelompok resmi yang diakui secara formal dalam sistem politik sebagai penyeimbang pemerintah.

>>> Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Demo di Jakarta

Keberadaan istilah disiden penting karena berkaitan dengan kemerdekaan berpendapat, iklim demokrasi, dan dinamika sosial-politik.