Jargon Link and Match Dinilai Belum Atasi Skill Mismatch di Indonesia
Sisanya, 35,36 persen bekerja tidak sesuai tingkat pendidikan mereka.
Sebanyak 22,36 persen pekerja mengalami overeducated dan 13 persen undereducated. Kondisi ini mencerminkan ketidaksesuaian antara pasokan keterampilan lulusan dengan permintaan riil dunia kerja.
Secara umum, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional untuk penduduk usia 15 tahun ke atas pada periode 2017-2024 terus menurun, dari 5,56 persen pada 2017 menjadi 4,91 persen pada Februari 2024.
Namun, TPT pemuda pada 2024 masih berada di level 12,24 persen, lebih dari dua kali lipat TPT nasional.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menuturkan, secara umum skill mismatch terjadi karena apa yang diprogramkan di perguruan tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan di sektor industri.
Ia juga menyoroti masifnya praktik memanfaatkan orang dalam untuk mendapatkan pekerjaan.
"Karena yang masuk adalah orang-orang yang tidak dididik, tetapi dengan koneksi, itu yang terjadi," ucap dia. Hal tersebut membuat target industri dan target tenaga kerja tidak pernah tercapai.
Agus bilang, sistem tata kelola ini juga tidak pernah disentuh dan dikerjakan dengan baik oleh pemerintah.
Indonesia perlu mendefinisikan ingin menuju negara industri atau agraria, sehingga persiapan SDM dapat disiapkan.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin berpandangan, tidak ada yang salah dengan persiapan tenaga kerja dan pendidikan di Indonesia.
Banyak talenta berbakat serta anak muda dinamis dan antusias.
"Yang menjadi PR bagi pemegang kebijakan adalah bagaimana industri atau dunia usaha dapat terus tumbuh dan tertarik untuk ekspansi di Indonesia," ujar dia.
Menurut Eddy, akar masalah di Indonesia adalah bagaimana membuat Indonesia menjadi tempat yang menarik bagi dunia usaha dan bakat-bakat untuk datang.
Ia menceritakan prinsip 3T dalam bisnis, yaitu tolerance, talent, and technology.
Eddy berpandangan, sektor pendidikan tertentu tidak perlu ditutup atau ditambah secara artifisial. "Biarkan saja anak-anak Indonesia berkembang dan memilih keahliannya.
>>> IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.209 pada Perdagangan Jumat Pagi
Pada akhirnya, bukan keahliannya yang salah, namun industrinya yang perlu tumbuh lebih kencang," tutup dia.
Update Terbaru
Madiva Putri Tertarik Ikuti Jejak Shandy Sjariff Jadi Model
Jumat / 19-06-2026, 12:42 WIB
Subsidi Energi APBN 2026 Berpotensi Bengkak Rp75 Triliun
Jumat / 19-06-2026, 12:42 WIB
BRI Perkuat Strategi Bank Transaksional untuk Jaga Pertumbuhan Dana Murah
Jumat / 19-06-2026, 12:42 WIB
Indomaret Pangkas Harga Sabun Mandi Cair dan Batang hingga 13 Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:41 WIB
Piala Dunia 2026: AS vs Australia Perebutan Puncak Grup D
Jumat / 19-06-2026, 12:41 WIB
Reza Rahadian Sutradarai Film Pangku yang Kini Tayang di Netflix
Jumat / 19-06-2026, 12:41 WIB
Ukur Kemampuan Bayar Cicilan KPR demi Stabilitas Keuangan Jangka Panjang
Jumat / 19-06-2026, 12:40 WIB
4 Hari Besar Nasional dan Internasional yang Diperingati Setiap 2 Mei
Jumat / 19-06-2026, 12:40 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Nasional Merata Hingga Wilayah 3T
Jumat / 19-06-2026, 12:40 WIB
2 Tanda Awal Kerusakan Ginjal yang Sering Diabaikan
Jumat / 19-06-2026, 12:40 WIB
QS World University Rankings 2027: MIT Kembali Puncaki Daftar Kampus Terbaik Dunia
Jumat / 19-06-2026, 12:40 WIB
Suhu Arab Saudi Diprediksi Tembus 50 Derajat Celsius Akhir Pekan Ini
Jumat / 19-06-2026, 12:40 WIB
Afrika Selatan Tahan Imbang Ceko 1-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:38 WIB
Turki Hadapi Paraguay pada Laga Hidup-Mati Grup D Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:38 WIB






