Menurut dia, argumen yang menyebut masalahnya ada pada kualitas lulusan memang punya dasar empiris.

Pasar kerja Indonesia terus menyerap tenaga kerja, tapi ekspansinya tidak identik dengan ekspansi pekerjaan formal yang relevan bagi lulusan perguruan tinggi.

in1

"Tingkat pengangguran yang relatif tinggi justru muncul di kelompok lulusan SMA, vokasi, dan perguruan tinggi. Artinya pendidikan tidak otomatis menjamin mobilitas kerja yang mulus," ucap dia.

Lulusan pendidikan tinggi di Indonesia sebenarnya masih dalam pasokan terbatas dibandingkan negara-negara di kawasan, tetapi sudah menghadapi tingkat pengangguran dan overkualifikasi yang relatif tinggi.

Menurut Suhindarto, ini menunjukkan kendala di sisi demand bisa sangat bermasalah bagi lulusan perguruan tinggi.

Hal ini bukan semata-mata berkaitan dengan kualitas yang buruk, tapi karena industri tidak menyediakan cukup pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi tinggi.

Ia melihat salah satu akar masalahnya adalah pada fenomena deindustrialisasi dini yang terjadi di Indonesia.

Deindustrialisasi yang dimulai lebih awal membuat Indonesia melepaskan mesin penciptaan lapangan kerja formal berkualitas.

"Jadi saya melihat bahwa terjadi kegagalan ko-evolusi antara industri dan sistem pendidikan kita.

>>> Harga Dexlite 19 Juni 2026 Turun Signifikan di Seluruh Indonesia

Negara-negara yang berhasil keluar dari middle-income trap seperti Korea Selatan, Polandia, dan Taiwan, tidak memperbaiki kurikulumnya lalu menunggu industri menyerap lulusannya," terang dia.

Lebih lanjut, ia bilang, link and match kurikulum memang perlu, tapi itu hanya bekerja jika ada industri yang layak untuk "di-link".

Tanpa kebijakan industri yang aktif membangun sektor manufaktur dan jasa bernilai tinggi, memperbaiki kurikulum hanya akan menghasilkan lulusan yang lebih kompeten tapi tetap tidak terserap.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Mismatch Pendidikan–Pekerjaan Pemuda Indonesia: Implikasi Bagi Bonus Demografi, yang dirilis pada 31 Oktober 2025, mengungkap pekerja yang bekerja sesuai dengan tingkat pendidikannya baru mencapai 64,64 persen.