Mengenal Cara Kerja Postpil dan Jenis Pil Kontrasepsi Darurat
Pil kontrasepsi darurat merupakan metode pencegahan kehamilan yang digunakan setelah berhubungan intim tanpa pengaman. Di Indonesia, pil ini dijual bebas tanpa resep dokter.
Salah satu produk yang tersedia adalah Postpil. Setiap tablet Postpil mengandung levonorgestrel 0,75 miligram (mg).
>>> Realisasi Program 3 Juta Rumah Capai 324.213 Unit hingga Juni 2026
Obat ini sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah berhubungan seksual agar efektivitasnya mencapai 90 persen.
Postpil hanya digunakan dalam situasi darurat. Cara kerjanya adalah menunda ovulasi dan mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit bergerak.
Kandungan levonorgestrel dalam Postpil sama dengan pil KB biasa, tetapi dengan dosis lebih tinggi. Penting diketahui, Postpil bukan pil aborsi dan tidak memengaruhi kehamilan yang sudah terjadi.
Penggunaan Postpil dapat disesuaikan dengan dua kondisi. Pertama, setelah hubungan intim yang tidak direncanakan, dua tablet diminum sekaligus dalam waktu 72 jam.
Kedua, sebelum hubungan intim yang direncanakan, dua tablet dapat diminum sesaat sebelum berhubungan.
Jenis-Jenis Pil Kontrasepsi Darurat
Pil kontrasepsi darurat dikenal juga sebagai morning after pill. WHO menyatakan metode ini aman dan menyarankan penggunaan dalam lima hari setelah berhubungan intim.
>>> Kiaton Ungkap Penyebab Instagram Gagal Mengunggah Story
Efektivitasnya bisa mencapai lebih dari 95 persen jika digunakan tepat waktu.
Berdasarkan data WHO, ada dua jenis kandungan utama dalam pil kontrasepsi darurat. Pertama, Ulipristal Acetate (UPA) yang memerlukan resep dokter.
Pil ini memberikan peluang kehamilan sebesar 1,2 persen jika diminum dalam waktu hingga 120 jam setelah berhubungan seksual.
WHO menganjurkan dosis tunggal 30 mg.
Kedua, Levonorgestrel (LNG) yang memberikan peluang kehamilan 1,2 hingga 2,1 persen. Waktu terbaik konsumsi adalah dalam 72 jam setelah berhubungan intim tanpa kondom.
>>> Sembilan Tim Free Fire Lolos ke Grand Final FFNS 2026 Fall
Efektivitasnya menurun seiring waktu. WHO menyarankan dosis tunggal 1,5 mg atau dua dosis 0,75 mg dengan jeda 12 jam.
Update Terbaru
Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Kantongi Sertifikasi, Siap Rilis
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Dokter Ungkap Menu Sarapan yang Bisa Picu Penyakit Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Natalie Holscher Resmi Menikah dengan Aripat Hari Ini
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Warga Yunani Buka Suara soal The Odyssey Christopher Nolan
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Shio Naga: Ini 3 Pasangan Paling Cocok Menurut Astrologi Cina
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Fokus Berobat Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
PDIP: Jika TNI-Polri Awasi Pajak, Indonesia Mundur ke Era Kelam
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Mulyono, Sahabat Jokowi yang Difitnah Calo Tiket, Kini Jadi Saksi Penting
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Ramalan Zodiak 22 Juli: Cancer Lebih Fokus, Leo Jangan Putus Asa
Rabu / 22-07-2026, 08:10 WIB







