Di sisi lain, Perry Warjiyo menegaskan bahwa kondisi ketahanan industri perbankan domestik saat ini masih berada dalam posisi yang kuat.

Ketangguhan ini dinilai mampu memitigasi risiko rambatan yang muncul akibat gejolak perang di Timur Tengah.

in1

"Perkembangan ini ditandai dengan likuditas yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang terjaga rendah," kata Perry.

Berdasarkan data April 2026, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan berada di level tinggi sebesar 23,97% untuk menyerap risiko dan mendukung kredit.

Pada periode yang sama, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara agregat bertahan di level rendah, yaitu 2,17% (bruto) dan 0,84% (neto).

>>> Citroen Luncurkan e-C3X, Mobil Listrik Murah Rp 130 Jutaan

Hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia mengonfirmasi kekuatan perbankan dalam menghadapi risiko eksternal, yang ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang baik.