Perubahan rutinitas, bertemu banyak orang baru, dan proses tumbuh gigi juga membuat anak lebih sensitif.

Cara Mengatasi Overstimulasi pada Bayi

Langkah pertama adalah menjauhkan bayi dari situasi ramai. Pindahkan anak ke lingkungan yang lebih tenang, redup, dan bersuara pelan.

in1

Membedong bayi dapat memberikan tekanan stabil yang meniru kenyamanan rahim, efektif mengurangi refleks kaget.

Penggunaan white noise atau musik lembut juga membantu menenangkan, namun hindari memberikan ponsel atau televisi karena screentime justru memicu overstimulasi tambahan.

Beberapa bayi menolak pelukan saat kewalahan, terutama pada fase purple crying usia 2 minggu hingga 4 bulan.

Jika anak menolak sentuhan, baringkan ia terlentang di tempat tidur yang aman dan tetap di dekatnya hingga emosi stabil.

Aktivitas tenang seperti membacakan buku atau memeluk lembut bisa diberikan. Pastikan lingkungan sekitar bebas dari kebisingan untuk sementara waktu.

Overstimulasi sesekali adalah hal wajar.

Namun, jika terlalu sering terjadi, orang tua perlu waspada karena bisa menjadi indikasi gangguan pemrosesan sensorik atau autisme.

>>> Ketahui Perbedaan SPBU Pertamina Warna Merah, Biru, dan Hijau

Konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan jika perilaku tersebut mengganggu rutinitas harian, anak kesulitan bergerak atau berdiri, serta reaksinya sulit ditangani tanpa bantuan profesional.