Sebanyak 25 dari 40 ekonom memperkirakan kenaikan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, sementara dua ekonom memproyeksikan lonjakan 50 bps menjadi 6%.

Di sisi lain, 13 analis memperkirakan suku bunga tetap di 5,5%.

in1

Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Hosianna Evalita Situmorang memproyeksikan kenaikan moderat 25 bps menjadi 5,75% pada 18 Juni, sejalan dengan tren pengetatan global.

Langkah ini dinilai selaras dengan strategi bank sentral dan pemerintah dalam menyajikan imbal hasil menarik pada aset rupiah, termasuk diskon 10% untuk swap hedging bagi investor asing.

Dampak Rebalancing Indeks FTSE Russell

Tekanan pada IHSG juga diperberat oleh sentimen negatif dari FTSE Russell. Lembaga tersebut mendepak sejumlah emiten Indonesia dari indeks global dalam tinjauan kuartalan Juni 2026.

Penyesuaian bobot portofolio dijadwalkan efektif mulai Senin, 22 Juni 2026, dengan eksekusi setelah penutupan perdagangan pada Jumat, 19 Juni 2026.

Direktur Kebijakan Indeks untuk Kawasan Asia Pasifik FTSE Russell Wanming Du mengonfirmasi penghapusan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) karena tingginya konsentrasi kepemilikan saham.

DSSA dikeluarkan dari kategori Large Cap.

Wanming Du menambahkan bahwa tidak ada emiten baru dari Indonesia yang dimasukkan dalam tinjauan kali ini. Penyesuaian juga terjadi pada kategori Mid Cap dan Micro Cap.

Emiten PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dipastikan keluar dari indeks Mid Cap karena berpindah ke papan perdagangan yang tidak memenuhi syarat.

>>> Messi Lolos Kartu Merah saat Argentina Hajar Aljazair di Piala Dunia 2026

Sementara itu, saham PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) dihapus dari indeks Micro Cap.