Ukraina melancarkan serangan drone massal ke wilayah Moskow pada Kamis (18/6/2026), menyebabkan kerusakan di kilang minyak MNPZ dan memaksa evakuasi di Bandara Sheremetyevo.

Serangan ini merupakan salah satu yang terbesar sejak konflik dimulai, dengan ratusan drone dikerahkan untuk menembus pertahanan udara Rusia.

>>> Google Home Speaker Perluas Distribusi Resmi di Indonesia

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pasukannya berhasil menghancurkan total 555 drone Ukraina di berbagai wilayah dalam satu malam.

Selain menyasar Moskow, Ukraina juga menyerang depot minyak Gukovo di Rostov, jembatan Sungai Kalka di Donetsk, dan jembatan kereta api di Krimea.

Serangan ini menandai pergeseran taktik Ukraina yang kini fokus pada serangan jarak jauh untuk menekan logistik dan ekonomi Rusia di pedalaman.

>>> PT Blue Bird Tbk Bagikan Dividen Rp166 Per Saham

Akibat serangan, Bandara Sheremetyevo mengevakuasi penumpang untuk pertama kalinya sejak perang pecah, sebagai langkah darurat menghadapi ancaman signifikan.

Meskipun mayoritas drone berhasil dicegat, beberapa unit dilaporkan menembus pertahanan dan mencapai target, menunjukkan kerentanan sistem pertahanan udara Rusia.

>>> Ekonom: Kenaikan BI-Rate Tunjukkan Risiko Tekanan pada Rupiah

Strategi baru Ukraina ini memaksa Rusia mengalihkan sumber daya pertahanan udara dari garis depan ke wilayah domestik, mengubah dinamika konflik.