"United Nations Environment Programme (UNEP) mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi Triple Planetary Crisis. Karena itu, kerja iklim tidak dapat dilakukan secara parsial.

Kita harus bergerak bersama, dari pemerintah hingga masyarakat," katanya.

Menurut Wagub DIY, komitmen tersebut sejalan dengan langkah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui target Nationally Determined Contribution (NDC) sesuai Persetujuan Paris.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif dalam menghadapi krisis iklim.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sejak awal Juni, mulai dari pemutaran film edukasi lingkungan Menolak Punah, aksi gotong royong bersih lingkungan di seluruh perangkat daerah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir Trisik, Kulon Progo.

"Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi panggilan untuk bertindak lebih besar dalam menyelamatkan bumi.

>>> Real Madrid Resmi Rekrut Ibrahima Konate Gratis hingga 2030

Perubahan iklim harus direspons bersama melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.