Berbeda dengan teman-temannya, Elif melangkah maju dengan membawa sebuah prakarya kertas yang ia rakit sendiri.

"Kemudian, tibalah giliran Elif. Anak perempuan itu melangkah maju sambil membawa sesuatu yang berbeda.

Bukan buket bunga mewah. Bukan hadiah mahal.

Hanya selembar kertas HVS putih yang dilipat dan disusun sendiri menjadi rangkaian sederhana. Di dalamnya terselip tiga batang cokelat.

Ia menyerahkannya kepada ibunya. Saat itulah Siti memahami semuanya," ujar Siti.

Melihat ketulusan sang anak, tangis Siti langsung pecah di tempat wisuda sambil memeluk erat putrinya.

"Ketika Elif berdiri di hadapannya sambil menyerahkan buket sederhana itu, Siti tak lagi mampu menahan perasaannya. Ia memeluk putrinya erat.

Dan tangis Siti pun meledak. Bukan karena tiga batang cokelat itu.

Bukan pula karena rangkaian bunga kertas yang sederhana," ungkapnya.

Momen tersebut disadari Siti sebagai proses tumbuh kembang sang anak dalam mengekspresikan rasa kasih sayang.

"Tangis itu pecah karena untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa di balik rahasia kecil yang begitu ingin dibongkar, putrinya sedang belajar mencintainya dengan caranya sendiri," tuturnya.

Elif juga sempat menyampaikan pesan langsung yang menyentuh untuk sang ibu atas semua dedikasi yang telah diberikan selama ini.

>>> Boom Investasi AI Berpotensi Paksa Kenaikan Harga iPhone

"Terima kasih banyak untuk menjadi ibu saya. Aku sayang kamu, ibu," ujar Elif.