Polemik yang muncul dalam rangkaian upacara sakral Malam 1 Suro di Surakarta kembali menjadi perhatian publik. Sorotan kali ini berkaitan dengan unggahan seorang Abdi Dalem Karaton Surakarta bernama Elisa Cendy yang menyampaikan keberatannya terhadap penampilan seorang pria yang diduga mengenakan kebaya perempuan saat menghadiri acara tersebut.

Perbincangan itu mencuat setelah Elisa mengunggah tangkapan layar dan sejumlah foto yang memperlihatkan sosok pria yang disebut hadir dengan busana kebaya perempuan. Unggahan tersebut dibagikan melalui akun Threads miliknya pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam unggahannya, Elisa secara terbuka meminta perhatian kepada pihak yang dianggap memiliki kedekatan dengan pria tersebut agar memberikan pemahaman mengenai tata krama dalam menghadiri acara adat yang bersifat sakral.

"Ibu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tahu, mana yang patut, mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng-mejeng. Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah," tulis Elisa.

Selain menyertakan foto yang dipersoalkan, Elisa juga menunjukkan bahwa gambar tersebut sebelumnya sempat muncul di akun Instagram @paola.serena.

Tak lama setelah unggahan itu ramai diperbincangkan, Elisa mengaku tidak lagi dapat mengakses unggahan yang dimaksud. Ia kemudian menduga dirinya telah diblokir oleh Paola Serena.

"Kula dipun blokir kalian panjenengan," tulisnya dalam unggahan lanjutan.

>>> Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai Direktur Utama BEI Periode 2026-2030

Klaim pemblokiran tersebut memicu beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Sejumlah warganet menyoroti kondisi kolom komentar di akun yang bersangkutan, sementara lainnya mengamati adanya unggahan yang disebut sudah tidak lagi tersedia.

"Bersih banget komen di akunnya, mana si Boti privat akun lagi," tulis salah satu pengguna.

Pengguna lain turut memberikan komentar, "Wkwkwk pirih banget ternyata doi ya, banyak pemujanya sih di apk sebelah. Tapi sepertinya sudah gone postingannya."

Sementara itu, komentar lain menyebut foto yang sebelumnya beredar diduga telah dihapus dari media sosial. "Kak postingan foto bertiganya dihapus," tulis seorang warganet.

Hingga perbincangan ini ramai di media sosial, belum ada keterangan lanjutan dari pihak terkait mengenai polemik yang berkembang setelah pelaksanaan upacara Malam 1 Suro tersebut.