Pelari tidak hanya menempuh jarak, tetapi juga menapaki narasi peradaban Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menilai MJM mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara.

Ajang ini mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menggerakkan sirkulasi ekonomi daerah.

Imam menambahkan bahwa MJM membuktikan olahraga, budaya, dan pariwisata dapat bersinergi menggerakkan ekonomi daerah. Yogyakarta diuntungkan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, hingga transportasi setiap kali ajang ini digelar.

Corporate Communications Visa Indonesia Astri Abyanti mendukung pengembangan sport tourism dengan mendorong keterlibatan komunitas lokal serta memperkaya pengalaman pelari dan pengunjung.

>>> Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Motor Adventure dengan Mesin V2 890 cc

Menurutnya, ajang seperti MJM menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas di tingkat lokal, mulai dari UMKM hingga sektor pariwisata.