Pengawasan diperkuat melalui patroli drone.

Hingga 15 Juni 2026 pukul 06.00 WIB, patroli drone telah dilakukan selama 1.287 hari patroli, dengan 2.562 sorti dan total 43.069 menit pemantauan.

Di sisi edukasi, KAI telah melaksanakan 1.606 kegiatan sosialisasi keselamatan. Kegiatan mencakup edukasi di perlintasan, sekolah, masyarakat, serta pemasangan spanduk imbauan.

Anne menegaskan, keberhasilan penataan perlintasan membutuhkan dukungan banyak pihak.

Pemerintah daerah diharapkan mempercepat evaluasi titik sebidang, menutup akses tanpa izin, dan menyiapkan rekayasa lalu lintas yang aman.

"Kami mengajak seluruh pihak melihat penataan perlintasan dari sudut pandang keselamatan.

Akses yang sedikit lebih jauh tetapi tertib dan terlindungi jauh lebih baik daripada akses dekat yang menyimpan risiko fatal," kata Anne.

KAI mengimbau pengguna jalan untuk selalu berhenti sejenak sebelum melintasi jalur kereta api, melihat ke kanan dan kiri, mematuhi rambu, serta tidak menerobos palang pintu.

>>> Rasio Klaim Asuransi YOII Naik Jadi 26,59 Persen per Mei 2026

Masyarakat juga diminta menggunakan perlintasan resmi dan mendukung penutupan titik rawan.