Ia mencontohkan Argentina yang kalah dari Arab Saudi pada 2022 dan Spanyol yang takluk dari Swiss pada 2010, yang akhirnya menjadi juara dunia.

"Piala Dunia adalah turnamen yang memang menghadirkan situasi seperti ini," kata Martinez. Ia menegaskan fokus timnya kini adalah melakukan evaluasi menyeluruh.

"Yang sedang kita bicarakan adalah pertandingan pertama di Piala Dunia," tegasnya. Ia menggarisbawahi bahwa masalah emosional menjadi penyebab utama pemain berhenti mengambil risiko di sepertiga akhir lapangan.

"Hari ini, setelah mencetak gol pembuka, emosi tersebut justru berdampak negatif pada penampilan kami. Kami berhenti mengambil risiko, berhenti mencari ruang, dan berhenti masuk ke sepertiga akhir lapangan."

Evaluasi ini akan menjadi modal penting sebelum pertandingan kedua. "Itu lebih berkaitan dengan faktor emosional daripada taktik atau teknik.

Hal seperti itu bisa terjadi. Itu bagian dari Piala Dunia.

Sekarang tugas kami adalah mengevaluasinya dan memperbaikinya sebelum pertandingan kedua," kata Martinez.

>>> Wakil Asia Tunjukkan Ketangguhan di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Timnas Portugal dijadwalkan menantang Uzbekistan pada pertandingan kedua di Houston, Rabu mendatang.