Hal ini sejalan dengan aksi jual oleh pemodal asing di pasar saham dalam negeri.

Data menunjukkan pasar saham Indonesia mengalami arus keluar modal asing sebesar 1,5 miliar dollar AS sepanjang 20 Mei hingga 11 Juni 2026.

Sebaliknya, pasar obligasi hanya mampu menarik arus modal masuk tipis sekitar 0,02 miliar dollar AS.

Penurunan juga melanda cadangan devisa negara sebesar 1,3 miliar dollar AS pada Mei 2026.

Total pengurangan cadangan devisa sejak awal tahun telah menyentuh 11,6 miliar dollar AS akibat operasi intervensi BI di pasar valas.

Meski berkurang, posisi cadangan devisa dipastikan aman karena setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor.

Peluang pelonggaran moneter ke depan tetap terbuka jika ekonomi melambat, namun ruangnya terbatas selama tekanan rupiah belum mereda.

"Inflasi tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia sehingga mengurangi urgensi untuk kenaikan suku bunga tambahan.

>>> Pertamina Patra Niaga Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar

Namun ruang untuk pemangkasan suku bunga kemungkinan akan tetap terbatas selama rupiah masih mengalami tekanan," tulis Jahen.