>>> Ghana Tekuk Panama 1-0 Berkat Gol Dramatis Caleb Yirenkyi

Menjelang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran, perusahaan tersebut telah memindahkan empat kapalnya keluar dari kawasan Teluk.

Sementara itu, sedikitnya tujuh kapal lainnya masih menunggu kesempatan aman untuk melintasi Selat Hormuz.

Situasi yang belum sepenuhnya pulih membuat sejumlah pelaku industri meminta adanya koordinasi internasional dalam proses pembukaan kembali jalur pelayaran.

Perusahaan-perusahaan pelayaran dan pemilik kapal mendesak Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mengatur pergerakan ratusan kapal yang saat ini masih tertahan di kawasan Teluk.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi tingkat keamanan pelayaran di Selat Hormuz, termasuk risiko yang berasal dari kemungkinan keberadaan ranjau laut maupun kepadatan lalu lintas kapal.

Selain itu, IMO juga berupaya menyiapkan koridor aman bagi para pelaut yang telah terjebak di kawasan tersebut selama lebih dari tiga bulan.

Di sisi lain, perusahaan pelayaran peti kemas global Hapag-Lloyd menyambut positif perkembangan diplomatik terbaru antara AS dan Iran.

Perusahaan berharap kapal-kapal yang selama ini tertahan dapat segera kembali beroperasi.

Meski demikian, Direktur Kelautan Intertanko Philip Belcher mengingatkan bahwa setiap operator tetap perlu melakukan penilaian risiko secara menyeluruh sebelum memutuskan berlayar.

Menurutnya, kehati-hatian tetap menjadi kunci untuk memastikan keselamatan awak dan kapal di tengah proses transisi menuju normalisasi.

Perkembangan ini terjadi seiring langkah AS dan Iran menuju penyelesaian formal konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.

>>> Tom Holland Tunjuk Owen Cooper sebagai Penerus Spider-Man

Pejabat AS menyebut kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman sebagai dasar penghentian konflik, sementara penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada pekan ini.