Dalam rilis terpisah di kanal Telegram pribadinya, Durov mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghapus ratusan saluran yang terindikasi menyebarkan materi ujian bocor dan melakukan penipuan di India selama beberapa pekan terakhir.

Guna mengantisipasi modus penipuan pemalsuan tanggal, Telegram kini telah memperbarui sistem dengan membuat tampilan label 'edited' menjadi jauh lebih menonjol.

Dampak Skandal Ujian NEET (UG)

Pelaksanaan ujian ulang ini terpaksa dilakukan setelah penyelenggaraan NEET (UG) diguncang isu kebocoran soal pada bulan lalu. Kasus tersebut memicu penyelidikan federal dan pengetatan pengawasan sistem ujian nasional.

Kasus pemblokiran ini menjadi pukulan besar bagi Telegram mengingat India merupakan pasar terbesar mereka secara global.

>>> IHSG Diprediksi Melemah Terbatas Menanti Keputusan BI dan MSCI

Berdasarkan data Sensor Tower, Telegram mencatatkan 354 juta pengguna aktif bulanan di India dengan total unduhan mencapai hampir 600 juta kali sejak pertama kali diluncurkan.