Maruti Suzuki resmi memperkenalkan Wagon R Bioflex di India, kendaraan ramah lingkungan berbahan bakar etanol.

Mobil mungil bergaya boxy ini dibanderol mulai INR 724.000 atau sekitar Rp136 juta.

>>> Messi, Haaland, dan Mbappe Bersinar di Piala Dunia 2026

Peluncuran ini merupakan unit flex fuel massal pertama dari Maruti Suzuki. Langkah tersebut bertujuan mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan berbasis etanol di India.

Pada tahap awal, penjualan tidak difokuskan untuk konsumen umum. Suzuki merencanakan alokasi khusus bagi operator armada niaga dan perusahaan layanan transportasi daring.

Modifikasi Mesin dan Performa

Modifikasi signifikan diterapkan pada sektor dapur pacu.

Mobil ini menggunakan mesin bensin K12N 1,2 liter empat silinder yang mampu beroperasi dengan campuran etanol E20 hingga E85.

Peningkatan performa diklaim menghasilkan tenaga dan torsi lebih besar dari varian standar, meski angka resmi belum dirilis. Sistem penggerak menggunakan transmisi manual lima percepatan.

>>> Pemerintah Jamin Pasokan Minyak Goreng Aman Jelang Penerapan B50

Efisiensi konsumsi bahan bakar model bioflex diproyeksikan lebih hemat dibandingkan versi reguler. Sebagai perbandingan, varian standar Wagon R memiliki efisiensi 23,56 km per liter.

Desain dan Fitur

Visual eksterior masih mempertahankan desain tall-boy dengan area kaca luas. Pembeda hanya berupa stiker Flex Fuel di bodi dan emblem khusus di bagian belakang.

Fasilitas kabin meliputi layar sentuh 7 inci dengan Android Auto dan Apple CarPlay, spion elektrik, power window, dan AC.

Fitur keselamatan mencakup enam airbag, ABS dengan EBD, ESP, Hill Hold Assist, dan sensor parkir belakang.

Infrastruktur Bahan Bakar Etanol

Infrastruktur pengisian bahan bakar E85 di India masih dalam tahap pengembangan awal. Target awal 50-100 SPBU E85 difokuskan di koridor Delhi NCR dan Mumbai-Pune-Nagpur.

>>> Krom Bank Siapkan Langkah Antisipasi Kenaikan BI Rate

Jaringan direncanakan diperluas hingga 500 stasiun pada akhir tahun ini dan 5.000 titik pada akhir 2027. Pemerintah India mengindikasikan harga E85 berpotensi lebih murah dari bensin konvensional.