I trust all three of them to be honest but I would go with Guehi and Stones," kata Micah Richards.

Pertimbangan Taktis Tuchel

Di sisi lain, laporan dari Manchester Evening News menyebutkan bahwa keputusan Tuchel murni berdasarkan pertimbangan taktis berdasarkan data Opta dan Machine Football yang mengutamakan keunggulan bola mati serta tekanan tinggi di area pertahanan lawan.

Stones tercatat masuk dalam posisi 1 persen teratas secara global untuk kemampuan duel udara, sebuah statistik krusial mengingat Inggris kehilangan Harry Maguire dan akan menghadapi striker Kroasia Ante Budimir yang bertinggi badan 190 cm.

Meskipun Stones hanya bermain 330 menit di tahun 2026 bersama Manchester City sebelum status kepindahannya dikonfirmasi, Tuchel menegaskan kepercayaannya terhadap kebugaran fisik sang pemain sejak pengumuman skuad pada Mei lalu.

"He knows how to adapt to a winning culture," ujar Thomas Tuchel.

Pelatih berpaspor Jerman tersebut meyakini bahwa Stones masih berada dalam level performa tertinggi untuk bersaing di turnamen besar.

"He is still on the highest level when I see him play," kata Tuchel.

>>> Gnistan Jamu Lahti di Veikkausliiga, Perebutan Posisi Klasemen Kian Ketat

Menurut analisis data dari The Athletic, Konsa memiliki akurasi umpan mencapai 95,5 persen di Liga Primer musim lalu, menjadikannya opsi kokoh untuk skema rest-defense saat menghadapi skenario serangan balik lawan.