PSSI tengah memproses naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker.

Proses ini dilakukan dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta pada Rabu (17/6/2026).

>>> Shopee Indonesia dan FLP Gelar Workshop Penulisan untuk 100 Penulis Muda

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menyatakan kedua pemain dibutuhkan untuk mendongkrak daya saing Timnas Indonesia. Saat ini Indonesia berada di peringkat 118 dunia.

"Kedua atlet ini diperlukan untuk mencapai target peringkat 50 besar FIFA," ujar Sumardji. Target tersebut merupakan program jangka panjang yang ditargetkan terealisasi dalam waktu lebih dari lima tahun.

Selain perbaikan peringkat global, PSSI juga menargetkan Indonesia mampu menembus posisi 10 besar di Asia.

Target lainnya adalah lolos secara konsisten ke putaran final Piala Dunia dan Piala Asia.

Penambahan Luke dan Mitchell diharapkan memperdalam kekuatan skuad di setiap lini. Tim pelatih pun memiliki variasi pilihan pemain dengan kualitas merata.

Kehadiran kedua pemain juga diproyeksikan memberikan transfer pengetahuan dan pengalaman sepak bola internasional. Hal ini berguna bagi perkembangan kompetisi domestik dan tim nasional.

>>> Kementerian ESDM Minta GAIKINDO Segera Uji Jalan Bioetanol E20

Rencana Jangka Pendek dan Menengah

Dalam jangka pendek, kedua pemain dipersiapkan untuk ASEAN Championship 2026, FIFA Series 2026–2031, dan Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi.

Untuk jangka menengah, mereka diproyeksikan tampil pada ASEAN Championship 2028, Kualifikasi Piala Dunia 2030, ASEAN Championship 2030, Piala Dunia 2030, dan Piala Asia AFC 2031.

Mitchell Lee Baker, 19 tahun, bermain sebagai penyerang untuk Georgetown University di kompetisi NCAA Amerika Serikat.

Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya, Maureen Lee Baker, dengan kakek asal Yogyakarta dan nenek asal Semarang.

Luke Anthony Vickery, 20 tahun, merupakan pemain sayap klub kasta tertinggi Australia, Macarthur FC.

>>> Messi Lolos Kartu Usai Tekel Horor Lawan Aljazair, Kontroversi Mewarnai Laga

Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya, Cherie Claudine Vickery, serta nenek bernama Hetty Nanda yang lahir di Medan.