>>> Jadwal Pengumuman Administrasi CASN Sekolah Rakyat 2026 Mundur

Net sell asing untuk BRMS tercatat Rp 103,5 miliar, sedangkan DSSA mencapai Rp 100,9 miliar.

Aktivitas perdagangan di BEI secara keseluruhan membukukan total nilai transaksi Rp 23,7 triliun.

Sebanyak 306 saham mengalami kenaikan, 409 saham turun, dan 244 saham stagnan.

Sektor kesehatan memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 0,5%, disusul infrastruktur 0,4%, barang konsumen non-primer 0,3%, dan keuangan 0,03%.

Pelemahan terdalam dialami sektor perindustrian yang merosot 2,5%, transportasi 2,3%, energi 1,9%, properti 1,5%, teknologi 1,02%, barang baku 0,6%, dan barang konsumen primer 0,39%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelaku pasar saat ini mengamati perkembangan politik global, khususnya negosiasi damai antara AS dan Iran.

Proses penandatanganan kesepakatan sementara dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Langkah perdamaian itu diharapkan memulihkan jalur distribusi energi di Selat Hormuz dan mengaktifkan kembali ekspor minyak Iran.

Jika berjalan lancar, momentum ini diproyeksikan menekan harga energi dunia serta meredam sentimen inflasi dan suku bunga tinggi.

Faktor eksternal lain yang memicu sikap wait and see adalah pengumuman hasil rapat bank sentral AS, The Fed.

Pertemuan tersebut merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Dari dalam negeri, sentimen tertuju pada pengumuman kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

>>> Lionel Messi Cetak Hattrick, Argentina Bantai Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026

Kewaspadaan pasar juga meningkat menjelang pengumuman MSCI dan agenda rebalancing indeks FTSE pada 18 dan 23 Juni 2026.