"Hal terakhir yang ingin dilakukan Warsh adalah menaikkan imbal hasil obligasi 10 tahun secara tajam.

Sangat penting bagi pasar agar imbal hasil obligasi 10 tahun tetap di bawah 4,5%, terutama sekarang karena harga minyak lebih rendah," kata Jeff Buchbinder, kepala strategi ekuitas di LPL Financial.

"Jadi jangan mengharapkan langkah cepat ke arah itu. Dan tentu saja, dia harus mendapatkan persetujuan dari komite.

Jadi itu akan menjadi proses yang sangat panjang dan berlarut-larut."

Dari sektor riil, data menunjukkan penjualan ritel AS bulan Mei tumbuh 0,9 persen atau melampaui estimasi ekonom yang memprediksi kenaikan 0,5 persen.

Namun, perlambatan diperkirakan tetap mengintai seiring menyusutnya dana dari pengembalian pajak konsumen.

Berdasarkan data FedWatch CME Group, mayoritas pedagang memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun, meski terdapat peluang sebesar 43 persen untuk kenaikan 25 basis poin pada Desember mendatang.

Kondisi pasar didukung oleh harga minyak yang bertahan di dekat level terendah tiga bulan berkat pembukaan jalur Selat Hormuz dalam kesepakatan damai sementara berdurasi 60 hari tersebut.

Meskipun demikian, ketidakpastian masih membayangi setelah Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran belum final dan opsi militer tetap terbuka.

>>> Penjarahan Sawit di PTPN IV Cot Girek Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Di tengah situasi ini, saham SpaceX milik Elon Musk naik 3,1 persen setelah valuasinya melampaui Amazon.