Sejumlah asosiasi perunggasan nasional menyepakati harga acuan baru untuk penjualan ayam hidup atau livebird pada Rabu (17/6/2026).

Kisaran harga yang disepakati adalah Rp19.500 hingga Rp22.000 per kilogram.

>>> Paul Pogba Prediksi Manchester United Juara Liga Inggris dalam Tiga Tahun

Langkah ini diambil di Bogor untuk mengatasi kejatuhan harga ayam di tingkat peternak yang sempat menyentuh Rp15.000 sampai Rp16.000 per kilogram.

Sebelumnya, harga di lapangan berada jauh di bawah biaya produksi peternak yang diperkirakan mencapai Rp22.000 per kilogram.

Empat Asosiasi Nasional Sepakati Harga Acuan

Empat asosiasi nasional yang terdiri dari Pinsar, PPUN, Gopan, dan Permindo, bersama perwakilan peternak Bogor Raya serta Banten, berkomitmen penuh menerapkan harga penjualan livebird sesuai ketentuan harga acuan Posko.

Ketua Umum Permindo Kusnan menegaskan bahwa kesepakatan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan pasar dan memproteksi keberlangsungan usaha peternak.

"Koordinasi, konsolidasi, dan kolaborasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Komitmen ini menjadi bukti bahwa peternak dan asosiasi siap bergerak bersama untuk menjaga keberlanjutan usaha perunggasan nasional," ujar Kusnan.

>>> Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level 1 Persen, Tertinggi dalam 31 Tahun

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan pelaku usaha di lapangan. Keberhasilan perbaikan harga tidak bisa bertumpu pada kesepakatan formal semata.

"Keberhasilan perbaikan harga tidak hanya ditentukan oleh komitmen di atas kertas, tetapi juga oleh konsistensi seluruh pelaku usaha dalam menjalankannya di lapangan," kata Kusnan.

Kusnan menambahkan bahwa kestabilan harga yang sehat sangat krusial bagi peternak rakyat yang menghadapi tekanan berat akibat tingginya biaya produksi dan ketidakstabilan pasar.

Anjloknya nilai jual ayam hidup di kandang sering dipicu oleh kelebihan pasokan yang tidak sebanding dengan penyerapan pasar, ditambah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

Masalah ini diperparah oleh panjangnya rantai distribusi, di mana penurunan harga di tingkat peternak tidak selalu diikuti penurunan harga daging ayam di konsumen retail.

Untuk meminimalkan kerugian, sebagian peternak terpaksa menunda masa panen meski harus menanggung risiko peningkatan biaya pakan.

>>> Cara Cek Kategori Desil Bansos PKH dan BPNT Lewat HP

Pengendalian pasokan melalui pengaturan produksi day old chick (DOC) dan pembatasan populasi indukan terus didorong. Sebagian peternak lain mulai beralih menjual ayam dalam bentuk karkas langsung ke konsumen.