Dia kemudian mengajak elemen masyarakat lainnya untuk ikut bergerak menyatakan sikap secara masif.

“Kami mahasiswa mengajak masyarakat luas harus memperhatikan bahwa hari ini negara diambil alih kroni-kroni yang mementingkan perut mereka sendiri.

Dan hari ini kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat turun, entah dalam bentuk apa pun, entah demonstrasi di jalan, membuat petisi, entah cara yang lain dipersilakan.

Ayo sama-sama bergerak, hari ini pemerintah sedang tidak baik-baik saja, negara sedang tidak baik-baik saja,” terang Senja.

Ketika dimintai keterangan mengenai batas waktu atau tenggat yang diberikan kepada pemerintah, Senja menyoroti sikap pesimistis yang ditunjukkan oleh otoritas pusat.

“Pun saat kita berikan tenggat Mensesneg sudah billing, katanya tidak semua perubahan itu pakai tenggat, itu bentuk pesimistis dari pemerintah hari ini, makanya kita beri tenggat atau tidak pemerintah akan selalu pesimistis terhadap kondisi negara hari ini.

Itu merupakan salah satu bentuk kekuasaan hari ini betul-betul tidak kompeten dalam mengelola negara, pun kalau misal ditanya tenggat kami minta hari ini diperbaiki, kami minta besok diperbaiki dan selamanya diperbaiki,” tandas Senja.

Di tengah berjalannya aksi, sempat muncul kelompok massa berbaju hitam di luar aliansi mahasiswa yang langsung membakar spanduk dan botol bekas.

>>> OJK Resmi Beri Izin Usaha PT Pandu Halim Perkasa Adjuster

Setelah kelompok tersebut melakukan orasi singkat serta menyanyikan lagu pergerakan, aliansi mahasiswa langsung menarik diri dari barisan hingga akhirnya membubarkan diri secara kondusif sekitar pukul 16.45 WIB.