>>> AI Prediksi Prancis dan Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026

Harga pelaksanaan ditetapkan minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan 25 hari bursa terakhir.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai private placement KPIG menjadi yang terbesar dengan target dana Rp745,5 miliar untuk ekspansi pariwisata dan properti MNC Group.

Namun, aksi PANI dinilai paling kredibel karena seluruh saham diserap dua investor non-afiliasi.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menambahkan PANI paling menarik karena nilai private placement besar dan sudah memiliki standby buyer, sehingga berpeluang terserap penuh.

WSBP lebih fokus pada konversi utang yang berdampak pada perbaikan neraca, sementara WGSH belum mengumumkan investor strategis.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan bahwa private placement PANI paling kredibel berkat keberadaan standby buyer.

Untuk WSBP dan KPIG, pasar perlu mencermati track record penyerapan, terutama KPIG yang menerbitkan saham sangat besar sehingga berisiko delusi tinggi.

Melihat prospek semester II 2026, Arinda menilai PANI memiliki prospek fundamental dan saham terbaik berkat pertumbuhan bisnis properti PIK 2 yang kuat serta katalis Tol KATARAJA yang diperkirakan rampung akhir 2026.

KPIG berada di posisi kedua didukung pemulihan pariwisata dan ekosistem MNC serta KEK Lido, sedangkan WGSH menawarkan potensi pertumbuhan tinggi dengan risiko lebih besar.

>>> BCA Digital dan Prodia Integrasikan Fitur Keuangan di Aplikasi Kesehatan

Nafan memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham WGSH dengan target harga Rp141 per saham, serta add untuk saham PANI dengan target harga Rp7.425 per saham.