Director Blue Corner, Inc YO-GYO Aquarium, Koji Ishigaki, mengungkapkan bahwa dua tahun lalu ia mengunjungi BXSea Oceanarium dan berbincang dengan pihak PT Jaya Real Property, Tbk tentang ikan.

Dari perbincangan tersebut, mereka memiliki satu benang merah yang sama, yaitu menciptakan lingkungan yang mengedukasi.

Kehadiran spesies baru ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi efektif bagi pengunjung usia muda agar lebih memahami ekosistem laut.

>>> Cek Fakta: The Simpsons Tidak Prediksi Final Piala Dunia 2026

Curator of YO-GYO Aquarium, Karibu Suzuki, mengatakan bahwa akuarium di Jepang fokus pada konservasi, pemeliharaan, dan pembiakan ikan-ikan muda.

Menurutnya, kuda laut muda memiliki daya tarik luar biasa, bentuknya mengemaskan, proses pertumbuhan yang menarik untuk dipelajari, dan strategi kelangsungan hidupnya menunjukkan keberadaan yang sangat menakjubkan.

Suzuki percaya bahwa kehadiran ikan-ikan muda dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menumbuhkan minat dan kepedulian terhadap ekosistem laut.

Ia meyakini fungsi utama akuarium adalah menjadi gerbang membuka ketertarikan orang terhadap laut.

Bersamaan dengan agenda tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerja sama resmi antara BXSea Oceanarium dengan Direktorat Konservasi Spesies & Genetik (KSG) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kemitraan ini mencakup aspek perluasan program edukasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga peluang riset teknologi kelautan.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh PT Jaya Real Property, Tbk dengan pihak Jepang dalam pelaksanaan konservasi di BXSea Oceanarium.

Pemerintah menilai langkah ini menjadi momentum baik bagi para peneliti domestik dalam mengelaborasi program pemeliharaan biota laut.

Sarmintohadi menambahkan bahwa ini merupakan peluang bagus dalam konteks pemeliharaan biota laut dan momentum bagi peneliti untuk tukar ilmu pengetahuan.

Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaedi, menyatakan bahwa aktivitas ini merepresentasikan bentuk nyata implementasi pelestarian yang memberdayakan keanekaragaman hayati.

"Ketika kita bicara konservasi tidak semata-mata hanya menjaga, tapi kita punya hak untuk bisa memberdayakan.

BXSea ini salah satu bentuk kita bisa memberdayakan keanekaragaman hayati yang dikemas dalam bentuk kegiatan konservasi, penelitian, wisata, dan juga environmental education," ucap Decky.

>>> Yield SBN Tenor 10 Tahun Turun ke Level 6,9 Persen

BRIN menyatakan kesiapan penuh untuk bertindak sebagai pendukung utama bagi para pemangku kepentingan yang membutuhkan basis riset.